Berita UtamaHeadline News

BMKG Wanti-Wanti El Nino 2026, Musim Kemarau Diprediksi Lebih Ekstrem

Avatar photo
×

BMKG Wanti-Wanti El Nino 2026, Musim Kemarau Diprediksi Lebih Ekstrem

Sebarkan artikel ini
BMKG Wanti-Wanti El Nino 2026
BMKG El Nino 2026

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

JAKARTA, 24 Mei 2026 – Indonesia diprediksi menghadapi musim kemarau lebih ekstrem pada 2026 setelah BMKG memperkirakan fenomena El Nino mulai aktif sejak Juni tahun ini. Dampaknya diprediksi memicu kekeringan berkepanjangan, meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan, hingga potensi terganggunya ketahanan pangan nasional di berbagai daerah.

El Nino 2026 Diprediksi Berlangsung Hingga Tahun Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar mulai bersiap menghadapi potensi cuaca kering berkepanjangan akibat fenomena El Nino.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani, menyebut El Nino diperkirakan mulai berkembang pada Juni 2026 dengan kekuatan moderat hingga kuat.

Fenomena tersebut diprediksi berlangsung hingga sekitar Maret sampai Mei 2027 dan berpotensi memengaruhi pola curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Ketika El Nino bertepatan dengan musim kemarau, dampaknya bisa membuat kondisi lebih panjang dan lebih kering dibanding rata-rata normal,” ujar Faisal di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Secara klimatologis, El Nino merupakan pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak terhadap perubahan pola cuaca global.

Wilayah Selatan Indonesia Jadi Daerah Rawan Kekeringan

BMKG memperkirakan wilayah Indonesia bagian selatan akan mengalami dampak paling signifikan selama El Nino 2026 berlangsung.

Beberapa daerah yang diprediksi mengalami penurunan curah hujan cukup tajam meliputi:

  1. Pulau Jawa
  2. Bali
  3. Nusa Tenggara Barat
  4. Nusa Tenggara Timur

Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau datang lebih kering dibanding biasanya, terutama pada puncak kemarau Agustus hingga September 2026.

Sementara itu, wilayah utara Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan bagian utara diprediksi relatif lebih aman dari dampak ekstrem El Nino.

Suhu Udara Diprediksi Lebih Panas

Selain berkurangnya curah hujan, BMKG juga memprediksi suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia meningkat lebih tinggi dibanding kondisi normal.

Cuaca panas berkepanjangan dapat memicu meningkatnya konsumsi air masyarakat serta memperbesar risiko kekeringan sumber air permukaan maupun sumur warga.

Kondisi tersebut biasanya mulai terasa ketika intensitas hujan menurun drastis dalam beberapa bulan berturut-turut.

Ancaman Krisis Air dan Gangguan Pangan

Kemarau panjang akibat El Nino diperkirakan berdampak langsung terhadap sektor pertanian nasional.

Pasokan air irigasi yang berkurang dapat meningkatkan risiko gagal panen di sejumlah sentra produksi pangan. Jika kondisi berlangsung lama, produksi pangan nasional dikhawatirkan mengalami penurunan.

Dampak lanjutan yang mungkin terjadi ialah kenaikan harga bahan pokok akibat berkurangnya hasil pertanian.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah mulai melakukan langkah mitigasi, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

BMKG menyebut strategi itu dilakukan untuk menjaga tampungan air di bendungan tetap stabil selama musim kemarau berlangsung.

“Kita mengisi tampungan air agar ketahanan pangan tetap aman,” kata Faisal.

Indonesia sendiri memiliki lebih dari 220 bendungan yang menjadi sumber utama irigasi pertanian dan cadangan air nasional.

Sektor Energi Juga Berpotensi Terdampak

Tidak hanya pertanian, musim kemarau panjang juga dapat memengaruhi sektor energi, khususnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Penurunan debit air waduk berpotensi mengurangi kapasitas produksi listrik di sejumlah daerah yang bergantung pada energi hidro.

Karena itu, penguatan manajemen sumber daya air menjadi langkah penting dalam menghadapi dampak El Nino tahun ini.

Risiko Karhutla Mulai Diwaspadai

Fenomena El Nino identik dengan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah rawan seperti Sumatera dan Kalimantan.

Daerah yang kini mulai meningkatkan kesiapsiagaan antara lain:

  • Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan

Pada peristiwa El Nino sebelumnya, Indonesia sempat mengalami lonjakan titik panas yang menyebabkan kabut asap meluas hingga lintas negara.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait kini mulai memperkuat patroli dan sosialisasi larangan pembakaran lahan terbuka.

Masyarakat Diimbau Mulai Hemat Air

BMKG mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan air sejak dini sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang.

Warga juga diminta menjaga sumber mata air, mengurangi aktivitas pembakaran terbuka, serta rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi pemerintah.

Langkah antisipasi dinilai penting mengingat perubahan iklim global membuat cuaca ekstrem semakin sulit diprediksi dibanding beberapa dekade sebelumnya.

Para ahli iklim juga mengingatkan bahwa kombinasi El Nino dan pemanasan global dapat memperparah dampak kekeringan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dengan kesiapan pemerintah dan masyarakat, dampak El Nino 2026 diharapkan dapat diminimalkan sehingga tidak mengganggu stabilitas pangan, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi nasional.

Fingerprint: EXPOSE NET - News-26634
🔥 Pusat Berita Expose.net

Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.

Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.

Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.

Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.

BMKG Wanti-Wanti El Nino 2026, Musim Kemarau Diprediksi Lebih Ekstrem

Oleh: Redaksi Danakirti | 16:34 WIB, 24 Mei 2026

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

Tinggalkan Balasan

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.