JAKARTA, 14 Juli 2026 – Pemerintah masih mematangkan rencana rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan jumlah formasi belum ditetapkan karena proses perhitungan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) masih dilakukan bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar sesuai kebutuhan riil setiap instansi.
Formasi CPNS 2026 Masih Dalam Tahap Perhitungan
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pemerintah belum menetapkan jumlah formasi yang akan dibuka dalam seleksi CPNS 2026. Saat ini, proses penghitungan kebutuhan pegawai masih berlangsung.
REKOMENDASI ARTIKEL : Test CPNS 2025: Jadwal, Syarat & Formasi Terbaru
Menurutnya, perhitungan dilakukan secara bersama antara Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah.
“Menteri Keuangan terus mematangkan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga. Ini kebutuhannya berapa sedang kita hitung fix-nya,” ujar Zudan.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar formasi yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pelayanan publik di masing-masing instansi.
Pemerintah Fokus Menyelesaikan Sejumlah Rekrutmen ASN
Zudan mengatakan pemerintah saat ini masih menyelesaikan beberapa proses rekrutmen ASN yang telah berjalan. Salah satunya adalah seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Sekolah Rakyat.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kebutuhan ASN untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di saat yang sama, proses seleksi sekolah kedinasan juga mulai berlangsung pada Juli 2026.
“Karena kemarin kita baru selesai merekrut untuk Sekolah Rakyat, maaf ini sedang berjalan, rekrutmen untuk Sekolah Rakyat, untuk PPPK sedang berjalan,” katanya.
REKOMENDASI ARTIKEL : Pendaftaran CPNS 2025 Segera Dibuka, Wajib Buat Akun Baru di SSCASN
Dengan masih berlangsungnya sejumlah tahapan tersebut, pemerintah memilih menyelesaikan seluruh proses terlebih dahulu sebelum menetapkan jumlah formasi CPNS 2026.
Jumlah ASN Capai 6,7 Juta Orang
BKN mencatat jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 6,7 juta orang.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan evaluasi kebutuhan pegawai di setiap instansi. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan jumlah formasi CPNS yang akan dibuka pada tahun depan.
Zudan menegaskan koordinasi lintas kementerian masih terus dilakukan agar seluruh kebutuhan pegawai dapat dihitung secara akurat.
“Ini sedang kita matangkan dengan Ibu Menpan RB, nanti beliau yang akan mengumumkan. Yang lain terus kita koordinasikan agar segera bisa kita laksanakan,” ujarnya.
Pengumuman Resmi Menunggu KemenPANRB
BKN memastikan keputusan mengenai jumlah formasi maupun jadwal resmi pembukaan seleksi CPNS 2026 akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai.
Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi CPNS diimbau menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Saat ini, fokus pemerintah masih pada penyelesaian rekrutmen PPPK, kebutuhan ASN untuk Program MBG, serta seleksi sekolah kedinasan sebelum tahapan rekrutmen CPNS 2026 diumumkan secara resmi.
Penulis : Amanda
Artikel ini terkait dengan konten :
EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:
- Berita Utama Terkini Daerah Nasional Internasional Rangkuman komprehensif peristiwa penting di Indonesia dan global.
- Headline News Update Berita Utama Laporan kilat berita viral dan sorotan utama redaksi hari ini.
- Update Berita Terbaru Setiap Hari Informasi berkala yang diperbarui konsisten setiap waktu untuk referensi Anda.
- Berita Hari Ini Terkini dan Terpercaya Dinamika terkini langsung dari tempat kejadian secara real-time.
CPNS 2026 Masih Dimatangkan, Formasi Belum Ditetapkan
Oleh: Fatiha Amanda | 15:47 WIB, 14 Juli 2026
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.




