JAKARTA, 13 Agustus 2026 – Hujan meteor Perseid menjadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati pada pertengahan Agustus 2026. Meski puncaknya terjadi pada siang hari di Indonesia, pengamatan masih berpeluang dilakukan pada malam sebelum dan sesudah puncak.
Hujan Meteor Perseid 2026 Capai Puncak 13 Agustus
Hujan meteor Perseid merupakan fenomena tahunan yang terjadi ketika Bumi melintasi material sisa Komet 109P/Swift-Tuttle. Debu dan partikel yang ditinggalkan komet tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.
Ketika masuk ke atmosfer, material tersebut mengalami pemanasan dan menghasilkan jejak cahaya yang terlihat dari permukaan Bumi sebagai meteor.
Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor yang menarik karena dapat menghadirkan meteor terang dengan aktivitas yang cukup tinggi. Dalam kondisi langit gelap dan pengamatan yang ideal, jumlah meteor yang terlihat dapat mencapai sekitar 60 hingga 100 meteor per jam ketika aktivitas berada di sekitar puncaknya.
Perseid Aktif hingga 24 Agustus 2026
Aktivitas hujan meteor Perseid pada 2026 berlangsung sekitar 17 Juli hingga 24 Agustus. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada 13 Agustus.
Namun, puncak tersebut bukan berarti meteor hanya bisa diamati pada satu malam. Perseid tetap aktif sebelum dan setelah tanggal puncak sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menyaksikannya.
Kapan Waktu Terbaik Melihat Perseid dari Indonesia?
Berdasarkan kalender International Meteor Organization (IMO), puncak aktivitas Perseid 2026 diperkirakan berlangsung pada 13 Agustus sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 UTC.
Jika dikonversikan ke waktu Indonesia bagian barat, periode tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Waktu tersebut bertepatan dengan siang hari sehingga puncak aktivitas Perseid tidak dapat diamati secara langsung dari Indonesia.
Meski demikian, pengamatan tetap dapat dilakukan pada malam sebelum dan sesudah puncak.
National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ) menyebut malam 12-13 Agustus dan 13-14 Agustus sebagai periode yang memiliki peluang tinggi untuk melihat aktivitas Perseid.
Pengamatan Malam 13 Agustus
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengamati hujan meteor Perseid pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, pengamatan dapat dilakukan setelah langit benar-benar gelap hingga menjelang pagi.
Meteor Perseid berasal dari titik pancar atau radiant yang berada di kawasan rasi Perseus. Namun, pengamat tidak perlu terus-menerus mengarahkan pandangan ke rasi tersebut.
Meteor dapat melintas di berbagai bagian langit sehingga bidang pandang yang luas justru akan membantu menemukan lebih banyak meteor.
Tips Melihat Hujan Meteor Perseid
Agar peluang melihat meteor lebih besar, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Cari Lokasi yang Minim Polusi Cahaya
Pilih lokasi yang jauh dari lampu kota, gedung, kendaraan, atau sumber cahaya lain. Langit yang lebih gelap akan membuat meteor yang redup lebih mudah terlihat.
2. Pastikan Kondisi Langit Cerah
Cuaca menjadi faktor penting dalam pengamatan. Awan tebal dapat menghalangi pandangan sehingga meteor tidak terlihat meskipun aktivitas Perseid sedang tinggi.
3. Tidak Perlu Menggunakan Teleskop
Hujan meteor dapat diamati menggunakan mata telanjang. Penggunaan teleskop justru membuat bidang pandang menjadi lebih sempit.
Karena meteor dapat muncul di berbagai bagian langit, pengamatan dengan mata telanjang lebih praktis untuk menikmati fenomena tersebut.
4. Beri Waktu Mata Beradaptasi
Setelah berada di tempat yang gelap, mata membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk beradaptasi. Hindari melihat layar ponsel terlalu sering agar kemampuan mata menangkap cahaya redup tidak terganggu.
5. Gunakan Posisi yang Nyaman
Pengamatan dapat berlangsung cukup lama. Karena itu, gunakan kursi yang dapat direbahkan atau berbaring di tempat yang aman agar leher dan mata tidak cepat lelah.
6. Jangan Terpaku pada Satu Arah
Meskipun radiant Perseid berada di kawasan rasi Perseus, meteor dapat terlihat di berbagai bagian langit. Pengamat sebaiknya memilih area dengan pandangan langit yang luas.
Perseid Masih Bisa Diamati Setelah 13 Agustus
Puncak Perseid memang terjadi pada 13 Agustus 2026, tetapi aktivitas hujan meteor ini masih berlangsung hingga sekitar 24 Agustus.
Artinya, masyarakat yang tidak sempat melakukan pengamatan pada malam 13-14 Agustus masih memiliki kesempatan pada malam-malam berikutnya.
Waktu pengamatan yang tepat, lokasi dengan polusi cahaya rendah, langit cerah, serta kondisi pengamat yang nyaman menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang melihat meteor.
Dengan demikian, meski puncak Perseid 2026 berlangsung pada siang hari di Indonesia, fenomena ini tetap dapat dinikmati pada malam hari di sekitar tanggal puncak.
Penulis : Amanda
EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:
- Berita Utama Terkini Daerah Nasional Internasional Rangkuman komprehensif peristiwa penting di Indonesia dan global.
- Headline News Update Berita Utama Laporan kilat berita viral dan sorotan utama redaksi hari ini.
- Update Berita Terbaru Setiap Hari Informasi berkala yang diperbarui konsisten setiap waktu untuk referensi Anda.
- Berita Hari Ini Terkini dan Terpercaya Dinamika terkini langsung dari tempat kejadian secara real-time.
Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik Melihat dari Indonesia
Oleh: Fatiha Amanda | 17:58 WIB, 13 Agustus 2026
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.



