BeritaEkonomi dan Bisnis

IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak di Level 6.334-6.415

Avatar photo
×

IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak di Level 6.334-6.415

Sebarkan artikel ini
IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak di Level 6.334-6.415
IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak di Level 6.334-6.415

JAKARTA, 28 September 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak beragam pada perdagangan Senin (28/9). Mirae Asset Sekuritas melihat peluang penguatan menuju level 6.334-6.415, sedangkan MNC Sekuritas memperkirakan IHSG melemah ke rentang 6.157-6.209.

IHSG Berpeluang Mengalami Technical Rebound

IHSG sebelumnya ditutup melemah pada perdagangan Jumat (25/9). Indeks turun 56,72 poin atau 0,90 persen ke level 6.241,89.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan kondisi tersebut membuka peluang terjadinya technical rebound pada perdagangan Senin.

Menurut Nafan, indikator moving average 20 dan 60 masih menunjukkan kondisi positive crossover. Namun, volume perdagangan terus mengalami penurunan sehingga pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika pergerakan IHSG.

Sentimen Global Jadi Perhatian Investor

Sejumlah faktor eksternal diperkirakan memengaruhi pergerakan IHSG. Faktor tersebut mencakup kebijakan suku bunga global, arah imbal hasil atau yield US Treasury, pergerakan dolar AS, nilai tukar rupiah, arus modal asing, kondisi geopolitik, serta harga komoditas.

Nafan juga menyoroti pergerakan US 10-Year Bond Yield yang disebut telah menyentuh 5,167 persen. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan kecemasan pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pasar juga mencermati kemungkinan perubahan suku bunga acuan The Federal Reserve atau The Fed. Menurut analisis tersebut, kondisi yield dapat memperbesar ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober 2026.

Aturan Batas Minimum Harga Saham Jadi Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati penyesuaian posisi menjelang penerapan aturan baru batas minimum harga saham. Batas minimum harga saham Rp1 akan menggantikan batas harga sebelumnya sebesar Rp50.

Nafan menilai perubahan tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama pada saham-saham dengan harga rendah.

Pada tahap awal penerapan, perubahan batas harga tersebut juga berpotensi memicu re-pricing serta perubahan perilaku transaksi pada segmen saham berharga rendah.

Rekomendasi Saham Mirae Asset

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan Senin (28/9). Saham tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

MNC Sekuritas Proyeksikan IHSG Melemah

Berbeda dengan Mirae Asset Sekuritas, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan Senin.

MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang 6.157-6.209. Dalam analisis teknikalnya, MNC Sekuritas melihat posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave a dalam wave (x).

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan terlebih dahulu menguji area 6.157-6.209.

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas

MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk dicermati pada perdagangan Senin (28/9), yakni COIN, INDF, HMSP, dan ENRG.

Perbedaan proyeksi kedua sekuritas menunjukkan adanya variasi pembacaan terhadap arah IHSG pada awal pekan. Investor tetap mencermati perkembangan pasar global dan domestik, termasuk pergerakan rupiah, yield obligasi AS, arus dana asing, serta perubahan aturan perdagangan saham.

Penulis : Amanda

UPDATE: Informasi dalam artikel ini telah diverifikasi dan validasi secara berkala hingga 6 Oktober 2026.

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

🔥 Pusat Informasi & Rubrik Utama Expose.net

Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:

IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak di Level 6.334-6.415

Oleh: Fatiha Amanda | 11:14 WIB, 28 September 2026

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.