Berita InternasionalHeadline NewsPertahanan Keamanan

Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina usai Kyiv Minta Maaf

Amanda
×

Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina usai Kyiv Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina usai Kyiv Minta Maaf
Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina usai Kyiv Minta Maaf

TEHERAN, 4 Agustus 2026 Iran mengungkapkan telah membatalkan rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina setelah pemerintah Kyiv menyampaikan permintaan maaf atas serangan terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia. Meski membatalkan operasi militer, Teheran tetap menuntut kompensasi atas insiden yang menewaskan satu awak kapal dan melukai satu lainnya.

Iran Sebut Serangan ke Ukraina Sudah Dipersiapkan

Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menyelesaikan seluruh persiapan untuk menyerang tiga target di wilayah Ukraina.

Namun, operasi tersebut akhirnya dibatalkan setelah pemerintah Ukraina mengakui bahwa serangan terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia terjadi secara tidak disengaja dan menyampaikan permintaan maaf kepada Teheran.

Pernyataan Rezaei disampaikan dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Senin (3/8) waktu setempat.

Menurut Rezaei, keputusan membatalkan operasi diambil setelah adanya komunikasi diplomatik antara kedua negara yang dinilai mampu meredakan ketegangan.

Serangan Kapal Iran Picu Ketegangan

Insiden yang memicu krisis terjadi pada 25 Juli 2026 ketika Iran menuduh Ukraina menyerang kapal komersial miliknya di Laut Kaspia.

Akibat serangan tersebut, satu awak kapal dilaporkan tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Iran menilai serangan itu sebagai tindakan yang tidak dapat diterima karena menyasar kepentingan nasionalnya.

Meski Ukraina kemudian menyatakan serangan tersebut tidak disengaja, Iran menegaskan bahwa insiden itu tetap harus dipertanggungjawabkan.

Iran Tetap Tuntut Ganti Rugi

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah Ukraina telah mengakui kesalahan dan tidak menginginkan eskalasi konflik lebih lanjut.

Meski demikian, Teheran tetap meminta kompensasi atas kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

Menurut Araghchi, keselamatan warga negara Iran serta perlindungan terhadap kepentingan nasional merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar.

“Harus ada ganti rugi atas kerugian yang terjadi,” tegas Araghchi.

Iran Tegaskan Sikap di Selat Hormuz

Dalam wawancara yang sama, Mohsen Rezaei juga menegaskan bahwa Iran hanya akan mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang telah ditetapkan pemerintah Teheran.

Ia memperingatkan bahwa kapal perang asing yang mencoba melewati jalur yang dianggap ilegal akan menjadi sasaran serangan Iran.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap Iran terhadap keamanan jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute distribusi energi terpenting di dunia.

Selain itu, Rezaei mengklaim serangan rudal dan drone Iran selama konflik 17 hari dengan Amerika Serikat berhasil menggagalkan tujuan militer Washington, meskipun menurutnya tidak menimbulkan kerugian besar bagi pasukan AS.

Situasi terbaru menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan Ukraina mulai mereda melalui jalur diplomasi. Namun, tuntutan ganti rugi dari Teheran berpotensi menjadi agenda penting dalam hubungan kedua negara ke depan.

Penulis : Amanda

Fingerprint: EXPOSE NET - News-28978

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

🔥 Pusat Informasi & Rubrik Utama Expose.net

Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:

Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina usai Kyiv Minta Maaf

Oleh: Fatiha Amanda | 19:59 WIB, 4 Agustus 2026

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.