LUMAJANG, 9 Agustus 2026 – Kebakaran Bromo melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru hingga membakar sekitar 176 hektare lahan di wilayah Lumajang dan Probolinggo. BB-TNBTS menduga api berasal dari perapian yang dibuat warga di jalur tradisional untuk menghangatkan tubuh.
Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah kawasan Gunung Bromo. Hingga Sabtu (8/8/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 176 hektare.
Kebakaran terjadi di sejumlah titik, termasuk Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, serta kawasan Watu Gede di Kabupaten Probolinggo.
Lahan yang terbakar memiliki beragam jenis vegetasi. Kondisi tumbuhan yang kering ditambah tiupan angin membuat api berpotensi meluas ke kawasan lainnya.
Api Diduga Berasal dari Perapian Warga
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menduga kebakaran dipicu faktor manusia. Dugaan tersebut muncul setelah titik api pertama kali diketahui berada di atas tebing Blok Bantengan, Lumajang.
Kepala BB-TNBTS Rudjanta Tjahja Nugraha mengatakan lokasi tersebut memiliki jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranupane. Jalur tersebut kerap digunakan warga sebagai jalur alternatif.
Menurut Rudjanta, warga yang melintas diduga membuat perapian untuk menghangatkan tubuh. Api dari perapian itu kemudian diduga membesar karena kondisi vegetasi yang kering dan adanya tiupan angin.
“Yang kami duga sampai saat ini ada kemungkinan faktor manusia. Bukan faktor alam, karena awal api itu ada di puncak tebing yang terdapat jalur tradisional,” ujar Rudjanta, Sabtu (8/8/2026).
Diduga Bukan Pembakaran Sengaja
BB-TNBTS masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kebakaran. Namun, dugaan sementara mengarah pada kelalaian atau ketidaksengajaan manusia.
Rudjanta menegaskan, api diduga bukan sengaja digunakan untuk membakar kawasan. Perapian tersebut diperkirakan dibuat warga untuk menghangatkan tubuh saat melintas di jalur tradisional.
“Kalau menurut kami sementara ini tidak disengaja. Ada yang ingin menghangatkan badan, bukan membakar untuk menjadi seperti ini. Tetapi faktor ketidaksengajaan,” katanya.
Vegetasi Bromo Ikut Terdampak
Kebakaran tidak hanya menghanguskan semak belukar. Sejumlah jenis vegetasi di kawasan Bromo juga terdampak, antara lain bunga edelweiss, cemara gunung, dan tanaman hias.
BB-TNBTS juga mengantisipasi dampak kebakaran terhadap ekosistem kawasan. Kebakaran berpotensi mengganggu habitat berbagai jenis satwa yang berada di sekitar lokasi terdampak.
Beberapa satwa yang dikhawatirkan terdampak antara lain lutung jawa, elang jawa, serta berbagai jenis burung.
Petugas juga mengantisipasi kemungkinan adanya sarang, telur, atau anakan satwa yang ikut terbakar maupun terganggu akibat kobaran api.
Meski demikian, BB-TNBTS menyebut kawasan tebing yang terbakar tidak banyak menjadi habitat satwa besar. Satwa yang berpotensi terdampak antara lain serangga dan sejumlah jenis satwa serta tumbuhan endemik kawasan Bromo Tengger Semeru.
Empat Pintu Masuk Bromo Ditutup
Kebakaran yang melanda kawasan Bromo berdampak terhadap aktivitas wisata. Empat pintu masuk menuju kawasan Bromo ditutup total untuk sementara.
Penutupan dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Wisatawan yang telah membeli tiket tetapi terdampak penutupan dapat mengajukan perubahan tanggal kunjungan atau pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.
BB-TNBTS masih memantau perkembangan kebakaran dan melakukan penanganan di sejumlah titik. Luas area terdampak juga masih dapat bertambah apabila api kembali meluas.
Penyebab Kebakaran Masih Ditelusuri
Meski dugaan sementara mengarah pada perapian warga di jalur tradisional, BB-TNBTS belum menyimpulkan penyebab kebakaran secara final.
Penelusuran masih dilakukan untuk memastikan sumber awal api dan kronologi kebakaran. Kondisi tersebut membuat dugaan faktor manusia untuk sementara masih menjadi fokus pemeriksaan.
Kebakaran Bromo menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan bagian dari ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang memiliki beragam vegetasi dan satwa.
Penulis : Amanda
EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:
- Berita Utama Terkini Daerah Nasional Internasional Rangkuman komprehensif peristiwa penting di Indonesia dan global.
- Headline News Update Berita Utama Laporan kilat berita viral dan sorotan utama redaksi hari ini.
- Update Berita Terbaru Setiap Hari Informasi berkala yang diperbarui konsisten setiap waktu untuk referensi Anda.
- Berita Hari Ini Terkini dan Terpercaya Dinamika terkini langsung dari tempat kejadian secara real-time.
Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare, Diduga dari Perapian Warga
Oleh: Fatiha Amanda | 20:24 WIB, 9 Agustus 2026
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.



