KesehatanLifestyle

Mau Ganti Susu Formula Anak? Ikuti 2 Cara Aman Ini

Amanda
×

Mau Ganti Susu Formula Anak? Ikuti 2 Cara Aman Ini

Sebarkan artikel ini
Mau Ganti Susu Formula Anak? Ikuti 2 Cara Aman Ini
Mau Ganti Susu Formula Anak? Ikuti 2 Cara Aman Ini

JAKARTA, 7 Juli 2026 – Mengganti susu formula anak tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Selain mempertimbangkan kebutuhan nutrisi sesuai usia dan kondisi kesehatan, orang tua juga perlu memberikan waktu bagi si kecil untuk beradaptasi agar proses pergantian susu tidak menimbulkan gangguan pencernaan maupun penolakan terhadap rasa baru.

Mengapa Penggantian Susu Formula Perlu Dilakukan Bertahap?

Perubahan susu formula umumnya dilakukan karena anak memasuki tahap usia yang berbeda, memiliki kebutuhan gizi tertentu, atau atas rekomendasi tenaga medis. Namun, proses transisi sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh anak dapat menyesuaikan diri dengan kandungan dan rasa susu yang baru.

Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan Minnesota di Amerika Serikat, anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi selama masa pergantian susu formula. Pada periode ini, beberapa anak dapat mengalami gejala ringan seperti lebih sering bersendawa, buang gas, atau perubahan pola buang air besar.

Reaksi tersebut umumnya masih tergolong normal dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari selama anak tetap dalam kondisi sehat dan nyaman.

Dua Cara Mengganti Susu Formula Anak

Para orang tua dapat memilih salah satu dari dua metode berikut untuk membantu proses transisi susu formula.

1. Mengganti Berdasarkan Jadwal Minum

Metode pertama dilakukan dengan mengganti satu jadwal minum susu menggunakan susu formula baru, sementara jadwal lainnya masih menggunakan susu lama.

Sebagai contoh, apabila anak minum susu lima kali sehari, orang tua dapat memberikan susu formula baru pada satu jadwal tertentu selama tiga hari pertama. Setelah itu, jumlah jadwal yang menggunakan susu baru ditambah secara bertahap setiap beberapa hari hingga seluruh jadwal minum menggunakan susu formula baru.

Cara ini dinilai membantu anak beradaptasi dengan rasa serta kandungan susu yang baru secara perlahan. Selain itu, orang tua juga lebih mudah memantau apabila muncul perubahan pada pencernaan, frekuensi gumoh, atau tekstur feses.

2. Mencampurkan Susu Lama dan Susu Baru

Metode kedua adalah mencampurkan susu formula lama dan susu formula baru dalam satu botol dengan perbandingan tertentu.

Pada tiga hari pertama, misalnya, komposisi yang digunakan adalah empat bagian susu lama dan satu bagian susu baru. Selanjutnya, perbandingan tersebut diubah secara bertahap menjadi tiga banding dua, kemudian dua banding tiga, hingga akhirnya seluruh isi botol menggunakan susu formula baru.

Pendekatan ini dapat membantu anak mengenali rasa baru secara perlahan sehingga risiko penolakan terhadap susu formula baru dapat diminimalkan.

Perhatikan Kandungan Susu Formula

Selain cara mengganti susu, orang tua juga dianjurkan untuk mencermati kandungan yang terdapat dalam susu formula baru.

Sebaiknya pilih susu formula yang sesuai dengan usia dan kebutuhan nutrisi anak. Orang tua juga perlu memperhatikan komposisi produk, termasuk menghindari kandungan seperti sukrosa, maltodekstrin, vanillin, maupun sirup jagung apabila memang tidak direkomendasikan untuk kebutuhan gizi anak.

Apabila anak memiliki riwayat alergi, intoleransi, atau kondisi kesehatan tertentu, pemilihan susu formula sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran dokter spesialis anak.

Segera Konsultasikan Jika Muncul Keluhan

Selama masa transisi, orang tua disarankan terus mengamati kondisi anak. Jika muncul keluhan seperti muntah berulang, diare berkepanjangan, ruam kulit, perut kembung yang berat, atau anak menolak minum susu secara terus-menerus, segera hentikan penggunaan susu formula baru dan konsultasikan kepada dokter spesialis anak.

Pendampingan tenaga medis penting untuk memastikan keluhan yang muncul bukan disebabkan oleh alergi protein susu sapi atau kondisi kesehatan lain yang memerlukan penanganan khusus.

Dengan melakukan pergantian susu formula secara bertahap dan sesuai kebutuhan anak, proses adaptasi umumnya dapat berlangsung lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan si kecil.

Penulis : Amanda

Fingerprint: EXPOSE NET - News-28225

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

🔥 Pusat Informasi & Rubrik Utama Expose.net

Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:

Mau Ganti Susu Formula Anak? Ikuti 2 Cara Aman Ini

Oleh: Fatiha Amanda | 20:11 WIB, 7 Juli 2026

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.