JAKARTA, 7 Juli 2026 – Mengganti susu formula anak tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Selain mempertimbangkan kebutuhan nutrisi sesuai usia dan kondisi kesehatan, orang tua juga perlu memberikan waktu bagi si kecil untuk beradaptasi agar proses pergantian susu tidak menimbulkan gangguan pencernaan maupun penolakan terhadap rasa baru.
Mengapa Penggantian Susu Formula Perlu Dilakukan Bertahap?
Perubahan susu formula umumnya dilakukan karena anak memasuki tahap usia yang berbeda, memiliki kebutuhan gizi tertentu, atau atas rekomendasi tenaga medis. Namun, proses transisi sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh anak dapat menyesuaikan diri dengan kandungan dan rasa susu yang baru.
REKOMENDASI ARTIKEL : SPBU 34.441.01 Malangbong Tetap Kondusif, Distribusi BBM Lancar di Tengah Pergantian Sip.
Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan Minnesota di Amerika Serikat, anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi selama masa pergantian susu formula. Pada periode ini, beberapa anak dapat mengalami gejala ringan seperti lebih sering bersendawa, buang gas, atau perubahan pola buang air besar.
Reaksi tersebut umumnya masih tergolong normal dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari selama anak tetap dalam kondisi sehat dan nyaman.
Dua Cara Mengganti Susu Formula Anak
Para orang tua dapat memilih salah satu dari dua metode berikut untuk membantu proses transisi susu formula.
1. Mengganti Berdasarkan Jadwal Minum
Metode pertama dilakukan dengan mengganti satu jadwal minum susu menggunakan susu formula baru, sementara jadwal lainnya masih menggunakan susu lama.
Sebagai contoh, apabila anak minum susu lima kali sehari, orang tua dapat memberikan susu formula baru pada satu jadwal tertentu selama tiga hari pertama. Setelah itu, jumlah jadwal yang menggunakan susu baru ditambah secara bertahap setiap beberapa hari hingga seluruh jadwal minum menggunakan susu formula baru.
REKOMENDASI ARTIKEL : KUA Malangbong Dipadati Pasangan Calon Pengantin, Lima Pasang Melangsungkan Akad Nikah di Kantor KUA
Cara ini dinilai membantu anak beradaptasi dengan rasa serta kandungan susu yang baru secara perlahan. Selain itu, orang tua juga lebih mudah memantau apabila muncul perubahan pada pencernaan, frekuensi gumoh, atau tekstur feses.
2. Mencampurkan Susu Lama dan Susu Baru
Metode kedua adalah mencampurkan susu formula lama dan susu formula baru dalam satu botol dengan perbandingan tertentu.
Pada tiga hari pertama, misalnya, komposisi yang digunakan adalah empat bagian susu lama dan satu bagian susu baru. Selanjutnya, perbandingan tersebut diubah secara bertahap menjadi tiga banding dua, kemudian dua banding tiga, hingga akhirnya seluruh isi botol menggunakan susu formula baru.
Pendekatan ini dapat membantu anak mengenali rasa baru secara perlahan sehingga risiko penolakan terhadap susu formula baru dapat diminimalkan.
Perhatikan Kandungan Susu Formula
Selain cara mengganti susu, orang tua juga dianjurkan untuk mencermati kandungan yang terdapat dalam susu formula baru.
REKOMENDASI ARTIKEL : Kejagung Geledah Kantor BGN di Tengah Pergantian Pimpinan
Sebaiknya pilih susu formula yang sesuai dengan usia dan kebutuhan nutrisi anak. Orang tua juga perlu memperhatikan komposisi produk, termasuk menghindari kandungan seperti sukrosa, maltodekstrin, vanillin, maupun sirup jagung apabila memang tidak direkomendasikan untuk kebutuhan gizi anak.
Apabila anak memiliki riwayat alergi, intoleransi, atau kondisi kesehatan tertentu, pemilihan susu formula sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran dokter spesialis anak.
Segera Konsultasikan Jika Muncul Keluhan
Selama masa transisi, orang tua disarankan terus mengamati kondisi anak. Jika muncul keluhan seperti muntah berulang, diare berkepanjangan, ruam kulit, perut kembung yang berat, atau anak menolak minum susu secara terus-menerus, segera hentikan penggunaan susu formula baru dan konsultasikan kepada dokter spesialis anak.
Pendampingan tenaga medis penting untuk memastikan keluhan yang muncul bukan disebabkan oleh alergi protein susu sapi atau kondisi kesehatan lain yang memerlukan penanganan khusus.
Dengan melakukan pergantian susu formula secara bertahap dan sesuai kebutuhan anak, proses adaptasi umumnya dapat berlangsung lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan si kecil.
Penulis : Amanda
Artikel ini terkait dengan konten :
- Kejagung Geledah Kantor BGN di Tengah Pergantian Pimpinan
- Kecelakaan Maut Kulon Progo, Bos Rokok HS Tanggungjawab
- Usai Naik Ranpur, Panglima TNI Berkeinginan Ganti Alutsista
- Usai Naiki Kendaraan Tempur Kontingen Garuda, Panglima TNI Perintahkan Ganti
- Viral, Anggota DPRD Provinsi Kepri di Duga Bungkam di Kritik, SAS Nilai Bobby Jayanto Seperti Harimau Tanpa Taring
EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:
- Berita Utama Terkini Daerah Nasional Internasional Rangkuman komprehensif peristiwa penting di Indonesia dan global.
- Headline News Update Berita Utama Laporan kilat berita viral dan sorotan utama redaksi hari ini.
- Update Berita Terbaru Setiap Hari Informasi berkala yang diperbarui konsisten setiap waktu untuk referensi Anda.
- Berita Hari Ini Terkinni dan Terpercaya Dinamika terkini langsung dari tempat kejadian secara real-time.
Mau Ganti Susu Formula Anak? Ikuti 2 Cara Aman Ini
Oleh: Fatiha Amanda | 20:11 WIB, 7 Juli 2026
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.




