Orangtua Keluhkan Pembatalan Sepihak Acara Penamatan di SMK Taruna Terpadu 1: ‘Anak-anak Kecewa
banner 728x90

Orangtua Keluhkan Pembatalan Sepihak Acara Penamatan di SMK Taruna Terpadu 1: ‘Anak-anak Kecewa

banner 325x300
banner 451x150

Orangtua Keluhkan Pembatalan Sepihak Acara Penamatan di SMK Taruna Terpadu 1: ‘Anak-anak Kecewa

Ex-Pose.net, Bogor — Orangtua di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Terpadu 1 atau Bogor Center School (Borcess) di Kemang, Kabupaten Bogor mengungkapkan kekecewaan mereka setelah pihak sekolah membatalkan agenda acara penamatan secara sepihak.

Berita lain : Stasiun Bakamla Sambas Berikan Sertifikat Pada Taruni SMKN 1 Perikanan Pemangkat

EX-POSE.NET NEWS : Latest-Trusted-Objective || Terima kasih sudah masuk dan membaca Portal Berita-Berita kami

banner 728x90

Acara penamatan, yang rencananya akan di laksanakan pada 26 hingga 27 Juni 2024 tiba-tiba di batalkan sepihak oleh pihak sekolah menjadi tanggal 1 Juli 2024.

Berita lain : Safari Jurnalistik ke-8, PWI Kabupaten Bogor Berbagi Ilmu ke Puluhan Kepsek SMA/SMK

Salah satu orangtua, Sutrisno menyatakan ketidakpuasannya. Di mana anaknya sudah menunggu acara ini dengan penuh antusias.

Berita lain : Jokowi dan Mendikbudristek Minta Pelajar Manfaatkan PIP dengan Baik

“Kami bahkan sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk baju dan lain sebagainya. Serta rencana untuk menghadiri acara tersebut. Pembatalan mendadak ini benar-benar mengecewakan dan merugikan,” ujarnya dikediamannya, Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Kamis (20/6/2024).

Berita lain : GIAK Geram SMK 1 Amal Mulia Tahan Ijazah

“Informasi dari beberapa orangtua dan murid sekolah tidak memberikan alasan konkret mengenai pembatalan tersebut,” sambung Sutrisno.

Berita lain : Wahyu Mijaya Sebut Anggaran Disdik Jabar Terealisasi hingga 99,16 Persen

Sebagai orangtua, kami berharap pihak sekolah dapat lebih transparan dalam mengambil keputusan yang berdampak besar seperti ini.

Berita lain : Bekali dan Tumbuhkan Semangat Bela Negara, Korem 071/Wijayakusuma Berikan Latihan Bela Negara dan Kepramukaan SMK 75-1 Purwokerto

“Anak-anak kami pantas mendapatkan penjelasan yang jelas dan penghormatan atas usaha mereka selama bertahun-tahun,” katanya.

Berita lain : SMAN 1 Jonggol Serahkan Ijazah, Wali Murid Ucapkan Terima Kasih

Sutrisno mengakui, keluhan ini telah di sampaikan kepada pihak sekolah melalui berbagai saluran komunikasi. Hingga akhirnya anaknya mendapatkan panggilan untuk datang ke sekolahan pada Kamis, 20 Juni 2024.

Berita Lain : Dugaan Pungli PPDB di SMAN 2 Cileungsi, GIAK-NJ Kabupaten Bogor Minta Disdik Tindak Tegas

“Lucu masa untuk penjelasan murid di panggil pihak sekolah tanpa harus saya sebagai orangtua mendampingi. Akhirnya saya pun meminta rekan-rekan media hadir. Karena pemanggilan tersebut diduga bentuk intimidasi ke putra saya,” katanya.

Berita lain : Ijazah Tertahan di SMK Tri Karya, Tita Siti Hodijah: Harus Selesaikan Tunggakan

Sutrisno mengungkap, saat mendampingi anaknya ke sekolah yang di wakili, wali kelas dan bagian kesiswaan. Mereka berjanji akan membicarakan dengan kepala sekolah

“Saya minta untuk tidak ada penundaan tapi mereka tidak bisa memberikan keputusan. Dan berjanji di saksikan awak media akan menyampaikan ke kepsek Rohmat TZ pada Jumat (21/06/2024) agar dapat berjumpa. Sehingga dapat memberikan keputusan,” tegasnya.

Berita lain : Dijenguk Kapolri, Begini Kesan Sinta Bocah Penderita Tumor Tentang Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Lanjutnya, ia menyayangkan kabar baik yang di harapkan tidak sesuai harapannya. Di mana bagian kesiswaan memberikan informasi melalu pesan singkat WhatSapp, bahwa untuk pertemuan pada Jumat (21/06/2024) Rohmat tidak bisa.

Berita lain : Julianda Effendi: Miris SMP Nurul Azman Tahan Ijazah

“Tadi saya sudah komunikasi dengan beliau, untuk pertemuan besok tidak bisa pak. Saya hanya sebatas menyampaikan saja,” kata Sutrisno seperti di lansir pesan singkat tertulis di WhatSapp oleh bagian kesiswaan.

Berita lain : Alumni SMPS Negeri Manado Angkatan 1992 Bertemu, Langsung Bentuk Pengurus

Ia meminta pihak sekolah dapat mengutamakan kepentingan murid daripada kepentingan sekolah.

Berita lain : Ini Komponen yang Dapat Dibiayai Dana Bos Reguler

Untuk diketahui, SMK Taruna Terpadu 1 yang berada di bawah naungan Yayasan Muztahidin Al-Ayubi memiliki 4000-an murid. Sehingga menerima dana bos yang sangat fantastis yakni berkisaran Rp8 miliaran.

Berita lain : SMP Bina Bangsa Mandiri Tahan Ijazah, Seorang Emak-emak Sebut Anaknya Tak Lanjutkan Jenjang Berikutnya 

Visited 119 times, 1 visit(s) today
banner 325x300 banner 728x90
banner 325x300 banner 728x90