Pemilik Karaoke Monalisa Kota Salatiga Merasa Kebal Hukum

EX-POSE.NET, KOTA SALATIGA || Nekat Tempat Karaoke di Kota Salatiga Bulan Suci Ramadhan Tetap Buka. Aksi nekat di lakukan oleh pengusaha Karaoke di Kota Salatiga. hari pertama hingga malam hari ini tetap buka sampai pukul 03;30 memasuki bulan Ramadhan, terpantau oleh tim berita istana Kegiatan Karaoke tetap berlangsung. Namun anehnya, Pemerintah Kotamadya (Pemkab) Kota salatiga terlihat tidak melakukan tindakan apapun, padahal lokasi karaoke juga dekat dengan Polsek setempat.

Dari informasi masyarakat sekitar, suara dari alunan musik yang menggema, terdengar sampai radius beberapa Meter. Sesekali juga terdengar suara perempuan yang sedang mengekspresikan sebuah lagu memecah keheningan malam, di duga itu wanita Pemandu Karaoke (PK).

Sampai pukul 03;30, suara musik dari tempat Karaoke tersebut masih terdengar. Alhasil, masyarakat sekitar sangat kontras mendengar secara bersamaan tadarusan dan Sholawat Tarhim menjelang Subuh di Masjid dan suara Karaoke, sangat ironis.

BACA JUGA :   Redam kegaduhan Bupati Sukoharjo akhirnya batalkan SE Sekda tentang gerakan membeli beras bagi ASN

Semua pihak sangat menyayangkan pengusaha Karaoke yang sama sekali tidak menghargai datangnya bulan suci Ramadhan. Lebih-lebih Pemkab, seakan membiarkan hal ini terus berlangsung. Salah seorang Ormas Keagamaan MRS (52) menyatakan hal yang sama, ia mengaku sangat perihatin dengan hal ini.

“Menurut kami ini sudah keterlaluan, tempat Karaoke di setiap daerah ketika memasuki bulan suci Ramadhan, pada umumnya berhenti beroperasi atau tutup sebulan penuh, atau minimal di atur secara ketat buka dan tutup nya oleh Pemkab setempat. Tapi disini, masih bebas beroperasi”.

“Kami perhatikan, Pemkab kota salatiga lemah dalam menerbitkan sebuah kebijakan. Inilah yang membuat Para pengusaha Karaoke nglunjak (Red) dan tetap beroperasi. Walikota Salatiga harus segera melakukan tindakan tegas. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Jika hal ini terus berlangsung, dikawatirkan permasalahan ini akan melebar menjadi konflik Horizontal antara masyarakat setempat dan Pengusaha Karaoke”.

BACA JUGA :   Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang Patroli Jelang Sahur

Sementara salah satu pekerja di tempat karaoke memaksa tamu untuk mencium pemandu karaoke (PK) Seharusnya hal itu tidak disampaikan oleh PK, Karena tidak semua tamu mau melakukan, ada juga tamu berkunjung hanya mencari hiburan, mendengar hal itu salah satu pengunjung karaoke ngamuk, karena tersinggung dengan kata kata salah satu PK sebut saja (SI).

Ditempat terpisah saat awak media berita istana menghubungi salah satu ketua binaan wanita Pemandu Karaoke (PK) di jawa tengah (CTR) 43 tahun saat di hubungi berita istana, iya menjelaskan saat ini tempat karaoke yang dikelola rekan rekan tutup total, kita tetap menghormati bulan suci Ramadhan, tapi setelah tutup satu bulan ini (PK) kita buat program shodaqoh 1000 rupiah, sehingga di saat bulan suci ini teman teman (PK) mendatangi pantai asuhan memberikan santunan kepada anak yatim piyatu jawabnya melalui aplikasi WhatsApp.

BACA JUGA :   Amankan Culture Minister Meeting G20 di Magelang, Kapolda Jateng : 1257 Personel Disiagakan

Sementara Goncang pemilik karaoke saat dihubungi berita istana melalui WhatsApp ke nomor hp. 0857-1300-0** justru malah memblokir nomer wartawan.

Sementara Walikota Salatiga Yuliyanto, S.E, M,M saat di hubungi awak media berita istana melalui nomor telfon 08122876*** iya menjelaskan surat edaran ( S.E ) di kota Salatiga karaoke hanya sampai Pukul 00:00 jawabnya melalui WhatsApp. [Red].

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.