TANGERANG, 6 SEPTEMBER 2026 — Bandara Soekarno-Hatta terpantau belum menunjukkan adanya penerbangan yang akan melakukan pendaratan setelah dua pesawat Garuda Indonesia dari Madinah dan Jeddah dialihkan ke Bandara Kertajati. Pantauan aplikasi Flightradar24 pada Minggu siang memperlihatkan ruang udara menuju Soekarno-Hatta relatif kosong dari pesawat yang hendak mendarat.
Soekarno-Hatta Sepi Penerbangan dalam Pantauan
Situasi berbeda terlihat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu siang, 6 September 2026.
Berdasarkan pantauan Flightradar24, setelah dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi dialihkan ke Bandara Kertajati, belum terlihat pesawat lain yang mengarah untuk melakukan pendaratan di Soekarno-Hatta pada saat pemantauan dilakukan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya Soekarno-Hatta merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia dengan lalu lintas penerbangan yang padat.
Pantauan ini juga muncul di tengah gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah bandara.
Dua Penerbangan Garuda Lebih Dulu Dialihkan
Sebelum kondisi ruang udara di sekitar Soekarno-Hatta terlihat relatif lengang, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi telah dialihkan menuju Kertajati.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa penerbangan Garuda dari Jeddah dan Madinah dialihkan pendaratannya ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Keputusan tersebut diambil setelah kondisi penerbangan menuju Jakarta terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Salah satu pesawat yang terpantau adalah GIA961 yang melayani rute Madinah-Jakarta.
Pesawat tersebut kemudian mendarat di Kertajati pada pukul **14.15 WIB** berdasarkan pemantauan penerbangan.
GIA961 Tidak Jadi Mendarat di Jakarta
GIA961 sebelumnya memiliki tujuan Jakarta setelah berangkat dari Madinah, Arab Saudi.
Namun, kondisi operasional di sekitar Bandara Soekarno-Hatta membuat penerbangan tersebut tidak melakukan pendaratan di bandara tujuan awal.
Pesawat kemudian diarahkan menuju Kertajati.
Pendaratan GIA961 di Kertajati menjadi bukti bahwa pengalihan penerbangan dari Jakarta ke Jawa Barat benar-benar dilaksanakan, bukan sekadar rencana antisipasi.
Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan Kertajati masih memungkinkan digunakan karena berdasarkan pemeriksaan, bandara tersebut belum terdampak sebaran abu vulkanik.
Flightradar24 Perlihatkan Kondisi Ruang Udara
Pantauan Flightradar24 memberikan gambaran mengenai pergerakan pesawat secara langsung.
Pada saat pemantauan dilakukan, tidak terlihat adanya antrean pesawat yang sedang mendekati Soekarno-Hatta untuk melakukan pendaratan setelah dua penerbangan Garuda dari Arab Saudi dialihkan.
Meski demikian, kondisi tersebut harus dibaca sebagai **pantauan lalu lintas penerbangan pada waktu tertentu**, bukan sebagai pernyataan resmi bahwa seluruh aktivitas penerbangan di Soekarno-Hatta berhenti.
Status operasional bandara tetap mengacu pada informasi resmi dari otoritas penerbangan dan pengelola bandara.
Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik
Gangguan penerbangan ini terjadi setelah Gunung Anak Krakatau mengalami aktivitas erupsi yang menghasilkan sebaran abu vulkanik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan sebaran abu vulkanik berdampak terhadap operasional sejumlah bandara.
Kementerian Perhubungan juga sebelumnya menetapkan penutupan sementara Soekarno-Hatta berdasarkan NOTAM setelah pemeriksaan menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerbangan domestik, tetapi juga penerbangan internasional.
Ratusan Penerbangan Terdampak
Gangguan akibat abu vulkanik tersebut telah memberikan dampak luas terhadap penerbangan.
Reuters melaporkan sedikitnya 301 penerbangan terdampak akibat penghentian operasi di sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta. Sebanyak 58 di antaranya merupakan penerbangan internasional.
Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi yang terjadi bukan sekadar gangguan terhadap satu atau dua penerbangan.
Efeknya dapat menjalar ke jadwal penerbangan berikutnya karena pesawat, awak kabin, penumpang dan slot penerbangan saling berkaitan.
Kertajati Jadi Pilihan Pengalihan
Di tengah gangguan tersebut, Kertajati menjadi salah satu bandara yang dapat digunakan sebagai alternatif.
Pemilihan Kertajati memiliki arti penting karena bandara tersebut berada di Jawa Barat dan memiliki fasilitas yang dapat menerima penerbangan komersial.
Pengalihan dua penerbangan Garuda dari Arab Saudi memperlihatkan bagaimana bandara alternatif digunakan untuk menjaga keselamatan penerbangan ketika bandara tujuan awal mengalami gangguan.
Pendaratan GIA961 pukul 14.15 WIB menjadi perkembangan nyata dari skema tersebut.
Apakah Penerbangan ke Soekarno-Hatta Akan Kembali?
Belum terlihatnya pesawat yang akan melakukan pendaratan di Soekarno-Hatta dalam pantauan Flightradar24 tidak serta-merta berarti kondisi tersebut akan berlangsung sepanjang hari.
Pergerakan pesawat dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti keputusan otoritas penerbangan, kondisi sebaran abu vulkanik dan perkembangan status operasional bandara.
Karena itu, masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan melalui Soekarno-Hatta disarankan terus memantau informasi resmi maskapai dan pengelola bandara.
Perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan dapat terjadi apabila kondisi keselamatan belum memungkinkan.
Pantauan Terbaru Menjadi Perhatian
Situasi di sekitar Soekarno-Hatta masih menarik untuk dipantau setelah dua penerbangan Garuda dari Arab Saudi dialihkan ke Kertajati.
Pada saat pemantauan dilakukan, belum terlihat pesawat lain yang akan melakukan pendaratan di Soekarno-Hatta melalui aplikasi Flightradar24.
Sementara itu, GIA961 dari Madinah telah mendarat di Kertajati pada pukul 14.15 WIB.
Perkembangan tersebut memperlihatkan dampak nyata gangguan abu vulkanik terhadap pola penerbangan menuju Jakarta.
Selanjutnya, perhatian tertuju pada kapan lalu lintas penerbangan menuju Soekarno-Hatta kembali terlihat normal dan apakah penerbangan lain akan kembali dialihkan ke bandara alternatif.
Sumber Berita:
* Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
* Flightradar24, pemantauan lalu lintas penerbangan
EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:
- Berita Utama Terkini Rangkuman komprehensif peristiwa penting di Indonesia dan global.
- Headline News Update Laporan kilat berita viral dan sorotan utama redaksi hari ini.
- Update Berita Asuransi Indonesia Update Informasi tentang Asuransi Askrida.
- Update Berita Pemerintahan Daerah Upadte Berita Pemerintahan Kabupaten Bogor .
Soekarno-Hatta Sepi Penerbangan, Pesawat Dialihkan ke Kertajati
Oleh: Fahria Alfiano | 15:05 WIB, 6 September 2026
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.



