EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
PANGATIKAN, 25 MARET 2026 – Di bawah naungan langit cerah Desa Sukamulya, sebuah tenda besar yang berdiri kokoh di samping Masjid Nurul Ihsan menjadi saksi bisu dari sebuah manifestasi cinta yang luar biasa. Forum Silaturahmi Pemuda Sukarendah (FSPS) kembali memancarkan binar pengabdiannya, membuktikan bahwa “jihad sosial” bagi tanah kelahiran adalah napas perjuangan yang nyata, bukan sekadar narasi belaka. Memasuki tahun keenam langkah perjuangannya, FSPS meneguhkan eksistensi melalui aksi solidaritas kemanusiaan dalam bingkai Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah.
Atmosfer khidmat menyelimuti halaman masjid saat ratusan warga bersimpuh, menyatukan doa dalam satu frekuensi ketaatan yang menggetarkan arsy. Acara dibuka dengan sangat indah melalui lantunan suci ayat Al-Qur’an oleh Salman, yang seketika membawa ketenangan di sanubari setiap hadirin. Namun, suasana berubah menjadi haru biru saat prosesi santunan dimulai. Sebanyak 100 anak yatim, dhuafa, dan lansia menerima tanda kasih secara simbolis. Senyum merekah dari wajah-wajah renta dan binar harapan di mata anak-anak yatim menjadi bukti otentik konsistensi FSPS sejak dideklarasikan pada 2 Februari enam tahun silam.
Lahir dari Rahim Kebersamaan
Irwan Hermansyah, perwakilan FSPS, dengan penuh semangat menegaskan bahwa pergerakan ini murni lahir dari semangat kolektif. Dana yang terhimpun merupakan buah dari perjuangan swadaya anggota, pengurus, hingga para perantau yang tak pernah lupa pada akar mereka. “Kekompakan ini adalah bentuk cinta kami. Kami ingin pemuda menjadi motor penggerak kebaikan, bukan sekadar penonton perubahan,” tegas Irwan dengan nada optimis. Baginya, transparansi adalah urat nadi yang menjaga kepercayaan masyarakat tetap mengalir dalam setiap langkah dakwah mereka.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari Ketua DKM Nurul Ihsan, Ustadz Aceng. Dengan suara yang dalam dan penuh kebanggaan, beliau memuji determinasi para pemuda. “Jazakumullahu khairan katsira. Ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Semoga ke depan FSPS semakin besar, berkualitas, dan terus meningkat keberkahannya,” ungkapnya penuh haru.
Menantang Zaman dengan Iman
Tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, acara ini menjadi oase intelektual melalui Tabligh Akbar bertajuk “Ramadhan Move On, Pemuda Hijrah: Pemuda Islam Menghadapi Zaman Now”. Ustadz Maulana Firdaus, S.H., dalam tausiyahnya berhasil menggetarkan jiwa para pemuda untuk tetap teguh memegang panji agama di tengah gempuran modernisasi yang kian liar.
Kehadiran jajaran Pemerintah Desa Sukamulya, tokoh masyarakat, hingga PC Persis Pangatikan memberikan marwah tersendiri. Sinergi antara semangat membara kawula muda dan kearifan para orang tua menjadi kunci utama pembangunan desa yang paripurna.
Enam tahun berjalan, FSPS bukan lagi sekadar komunitas; ia telah menjelma menjadi rumah bagi harapan. Di tangan para pemuda yang religius dan militan ini, masa depan kampung halaman akan selalu memiliki cahaya untuk terus bersinar terang. (Undang Wiga)








