scrol kebawah untuk membaca
Berita UtamaPemerintahan

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 144 Juta Orang

×

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 144 Juta Orang

Sebarkan artikel ini
Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 144 Juta Orang
Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 144 Juta Orang (Foto Antara)

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Mudik Lebaran 2026 diprediksi capai 144 juta orang. Menhub siapkan posko, rekayasa lalu lintas, dan kebijakan WFA demi kelancaran arus.
Mudik Lebaran 2026 diprediksi capai 144 juta orang. Menhub siapkan posko, rekayasa lalu lintas, dan kebijakan WFA demi kelancaran arus.

JAKARTA, 20 Februari 2026 — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah menyiapkan posko angkutan, rekayasa lalu lintas, serta kebijakan kerja fleksibel untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026.

Prediksi 144 Juta Pemudik Lebaran 2026

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan hasil survei nasional yang menunjukkan potensi 143,7 juta orang atau hampir 144 juta masyarakat akan melakukan perjalanan pada masa Mudik Lebaran 2026.

“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” ujar Menhub, Jumat (20/2/2026).

Pesan Iklan
Iklan 081574404040

Ia menjelaskan, perbedaan antara angka survei dan realisasi pada tahun sebelumnya menjadi dasar antisipasi pemerintah. Dengan tren tersebut, jumlah pemudik tahun ini berpotensi melampaui angka prediksi apabila kondisi ekonomi dan mobilitas masyarakat terus membaik.

Lonjakan pemudik pada Idulfitri 1447 H diperkirakan akan tersebar di berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.

Posko Angkutan Lebaran Beroperasi 13–29 Maret 2026

Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik, Kementerian Perhubungan akan mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Koordinasi Seluruh Moda Transportasi

Posko tersebut akan mengoordinasikan seluruh moda transportasi nasional, termasuk angkutan jalan, penyeberangan, pelayaran laut, penerbangan, dan kereta api. Tujuannya adalah memantau pergerakan penumpang, kesiapan armada, serta memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Menhub menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.

Pembatasan Angkutan Barang dan Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah juga menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kepadatan di jalur utama mudik.

Pembatasan Kendaraan Sumbu Tiga ke Atas

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. Namun, pengecualian diberikan bagi kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, serta kebutuhan penting lainnya.
Kebijakan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian guna menjaga keseimbangan antara kelancaran distribusi logistik dan keselamatan perjalanan pemudik.

Contraflow, One Way, dan Ganjil Genap

Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow, satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan.
Penerapan sistem ini akan bersifat situasional berdasarkan pantauan volume kendaraan di lapangan, terutama pada puncak arus mudik dan arus balik.

Penyesuaian Perjalanan Saat Nyepi di Bali

Pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali, pemerintah akan menghentikan sementara penyeberangan menuju Pulau Bali.

Sistem Penundaan dan Buffer Zone

Menhub menyampaikan bahwa akan diterapkan sistem penundaan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone) untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan.

“Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” ujarnya.

Langkah ini diambil untuk menghormati perayaan Nyepi sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban selama hari suci tersebut berlangsung.

Kebijakan WFA untuk Distribusi Pergerakan

Selain pengaturan transportasi, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA).

Jadwal WFA Arus Mudik dan Balik

Kebijakan WFA akan diberlakukan pada 16–17 Maret 2026 untuk mendukung arus mudik dan 25–26 Maret 2026 untuk arus balik. Kebijakan ini telah mendapat persetujuan Presiden serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Menurut Menhub, kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak terpusat pada satu atau dua hari tertentu.

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” tuturnya.

Imbauan Pemerintah kepada Calon Pemudik

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memantau informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Dengan prediksi hampir 144 juta pemudik pada Lebaran 2026, koordinasi lintas kementerian dan kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama untuk menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian kebijakan yang disiapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri 1447 H bersama keluarga di kampung halaman.

Baca juga : Menteri Agama Umumkan 1 Ramadan Kamis 19 Februari 2026

WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net

Tinggalkan Balasan

Translate »
Mudik Lebaran 2026 diprediksi capai 144 juta orang. Menhub siapkan posko, rekayasa lalu lintas, dan kebijakan WFA demi kelancaran arus.
Mudik Lebaran 2026 diprediksi capai 144 juta orang. Menhub siapkan posko, rekayasa lalu lintas, dan kebijakan WFA demi kelancaran arus.