Pemkab Rembang Jadikan Sarung Batik Tulis Lasem Pakaian Dinas

Pemkab Rembang

Pemkab Rembang Jadikan Sarung Batik Tulis Lasem Pakaian Dinas

EX-POSE.NET, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menjadikan Sarung Batik Lasem sebagai seragam dinas. Rencana akan di pakai jadi pakaian khas daerah .

Aturan ini telah tertuang dalam peraturan Bupati (Perbup) nomor 6 Tahun 2023 tentang pakaian dinas Aparatur Sipil Negara. Dalam aturan Tersebut di jelaskan, bahwa Pakaian dinas ASN terdiri dari pakaian harian Pakaian Khaki, Batik Tulis Lasem, Kemeja Putih dan Pakaian dinas khas Daerah.

Untuk pakaian khas Daerah terdiri dari kemeja putih lengan panjang polos tanpa motif. Bagi Pria mengenakan bawahan sarung Batik Lasem. Sedangkan untuk Perempuan bisa memakai atasan kemeja atau kebaya warna putih dengan bawahanya sama mengenakan Batik tulis Lasem.

Bupati Rembang Abdul Hafiz menyampaikan pihaknya memang telah mengatur agar Batik Tulis Lasem di kenakan sebagai seragam dinas, kemarin.

“Pemkab juga Telah menerbitkan Surat edaran tentang penggunaan ASN. Pakaian khas daerah tersebut akan di kenakan setiap hari Kamis. Tak hanya ASN aturan tentang mengenakan pakaian dinas khas daerah juga berlaku untuk non ASN di lingkungan Pemkab Rembang,” katanya.

“Untuk mempersiapkan pakaian tersebut di berikan tenggang waktu hingga 30 Juni. Sedangkan pemakaian resmi di mulai pada 1 Juli nanti,” tambah Abdul Hafiz.

Kepala Bagian Prokopimda Sekertariat daerah Rembang Arief Dei Sulistya mengatakan tidak ada ketentuan motif khusus pada Sarung Batik Lasem sebagai seragam dinas tidak ada ketentuan motif.

Mifta, salah Satu ASN di Rembang menilai kebijakan ini bisa menambah variasi seragam.

“Bisa juga menjadi ciri khas dalan berpakaian. Di harapkan juga bisa menambah orderan bagi lara perajin Batik Tulis Lasem,” ujarnya.

Ernantoro, salah Satu pegiat Batik Lasem berharap Pemkab Rembang bisa membackup Batik motif Widyarini sebagai Seragam di Kabupaten. Sebab motif itu memiliki nilai sejarah. Soal harga Batik tulis Lasem bervariatif, tergantung jumlah warna.

“Paling murah biasanya Rp 150 ribu untuk satu warna Kalau empat warna ya bisa Rp 1 juta lebih. Karena proses pembuatannya lebih sulit dan lama,” jelasnya.

 

Penulis : A. Latif
Editor : Rieke Ferra

 

Berita Lain :Jelang Idul Fitri 1444 H, Pemkab Rembang Cek Alat Ukur SPBU

 

Pemkab / Danakirtimedia

 

 

Visited 4 times, 1 visit(s) today