EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Prabowo resmikan 1.179 SPPG Polri dan 18 gudang ketahanan pangan sebagai langkah konkret memperkuat gizi anak serta mendukung program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah, Polres Jakarta Barat, Jumat pagi. Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan program gizi anak dan ketahanan pangan nasional yang didukung Polri.
Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 09.03 WIB dan langsung meninjau fasilitas yang telah disiapkan. Ia didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih. Kehadiran kepala negara menandai komitmen pemerintah dalam mempercepat implementasi program pemenuhan gizi yang terintegrasi.
Setibanya di area SPPG Polri, Presiden Prabowo menyaksikan berbagai peralatan operasional yang digunakan untuk menunjang layanan pemenuhan gizi. Ia tampak menyimak penjelasan teknis dari jajaran kepolisian mengenai mekanisme distribusi makanan bergizi dan sistem pengelolaan logistik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga hadir mendampingi agenda tersebut.
Penguatan Program Gizi Anak Nasional
SPPG Polri dibentuk untuk mendukung peningkatan status gizi anak-anak Indonesia. Program ini menargetkan pencegahan kekurangan gizi serta peningkatan kualitas hidup generasi muda melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara terstruktur.
Melalui 1.179 titik layanan yang diresmikan, distribusi makanan bergizi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Program ini juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, terutama di daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang masih tinggi.
Selain itu, keterlibatan Polri dinilai sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan publik. Institusi kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia.
Gudang Ketahanan Pangan Perkuat Distribusi
Sebanyak 18 Gudang Ketahanan Pangan yang turut diresmikan menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasokan bahan pangan. Gudang ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan distribusi bahan baku untuk kebutuhan SPPG Polri di berbagai wilayah.
Dengan sistem logistik yang terintegrasi, pengelolaan stok pangan diharapkan lebih terkontrol dan efisien. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan layanan pemenuhan gizi tanpa hambatan distribusi.
Penguatan infrastruktur pangan tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat dan aparat penegak hukum dinilai mampu mempercepat realisasi program prioritas.
Dukungan terhadap Asta Cita dan Indonesia Emas 2045
Program SPPG Polri menjadi bagian dari pelaksanaan agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo yang tercantum dalam program Asta Cita. Fokusnya adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai.
Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Pemerintah menilai investasi pada sektor gizi anak akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan daya saing nasional di masa depan.
Dengan beroperasinya SPPG Polri dan Gudang Ketahanan Pangan secara serentak, layanan pemenuhan gizi diharapkan berjalan lebih optimal. Pemerintah menargetkan manfaat program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga dengan anak usia sekolah.
Peresmian ini menjadi simbol komitmen kuat negara dalam memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Kolaborasi antara pemerintah dan Polri diharapkan terus diperluas untuk mendukung program pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pentingnya Pengawasan Ketat Program MBG, Terutama Oknum Mitra Yang Nakal















