scrol kebawah untuk membaca
Berita Internasional

Punch the Monkey: Kisah Viral Bayi Monyet yang Ditinggalkan Induknya di Jepang

×

Punch the Monkey: Kisah Viral Bayi Monyet yang Ditinggalkan Induknya di Jepang

Sebarkan artikel ini
Punch the Monkey: Kisah Viral Bayi Monyet
Punch the Monkey: Kisah Viral Bayi Monyet (Photograph: JIJI PRESS/AFP/Getty Images)

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Punch the Monkey, bayi monyet yang ditinggalkan induknya, viral karena pelukan boneka orangutan yang jadi pengganti kasih sayang, memicu diskusi tentang perilaku hewan & kesejahteraan primata.
Punch the Monkey, bayi monyet yang ditinggalkan induknya, viral karena pelukan boneka orangutan yang jadi pengganti kasih sayang, memicu diskusi tentang perilaku hewan & kesejahteraan primata.

JEPANG, 26 FEBRUARI 2026 – Seekor bayi Japanese macaque bernama Punch menjadi fenomena viral di internet setelah video dirinya yang ditinggalkan oleh induknya dan berpelukan dengan boneka orangutan menyebar luas di media sosial. Kasus ini memicu pertanyaan global tentang perilaku maternal di dunia hewan serta perhatian terhadap kesejahteraan primata di kebun binatang.

Latar Belakang Kejadian

Punch lahir pada 26 Juli 2025 di Ichikawa City Zoo & Botanical Gardens, Prefektur Chiba, Jepang. Tidak seperti bayi monyet pada umumnya yang segera mendapatkan kasih sayang induknya, Punch justru ditolak oleh sang ibu tak lama setelah lahir, sehingga harus dirawat secara intensif oleh petugas kebun binatang menggunakan susu botol.

Pesan Iklan
Iklan 081574404040

Kisahnya mendapat perhatian dunia setelah berbagai video viral menunjukkan Punch berjalan di dalam kandangnya sambil memeluk boneka orangutan berukuran besar, yang kemudian menjadi simbol dukungan emosional untuknya.

Artikel Berita Lainya  Tim Liga Indonesia All Star Jadi Sorotan di Piala Presiden

Alasan Induk Meninggalkan Bayinya

Para ahli primatologi menjelaskan bahwa fenomena abandonment (ditinggalkan induk) pada monyet jarang terjadi, tetapi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

Kurangnya Pengalaman dan Stres Lingkungan

– Punch adalah anak pertama sang ibu, yang berpotensi kurang pengalaman dalam merawat bayi.
– Suhu tinggi dan kondisi panas pada waktu kelahirannya mungkin meningkatkan stres bagi induk, sehingga prioritasnya jatuh pada kesehatan diri sendiri.

Pola Asuh Induk yang Tidak Konsisten

Ahli juga menyebut bahwa pengalaman masa kecil induk monyet itu sendiri—termasuk kemungkinan ia dipisahkan dari ibunya sejak dini—bisa memengaruhi insting keibuannya.

Peran Boneka Sebagai “Figur Pengganti”

Setelah tidak memiliki ibu, petugas kebun binatang mencoba beberapa benda sebagai pengganti perlindungan emosional bagi Punch, termasuk handuk dan mainan lunak. Akhirnya dipilih sebuah boneka orangutan dari Sweden karena panjang bulunya yang mirip dengan monyet, sehingga bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan.

Artikel Berita Lainya  Kabid Humas Polda Kepri Hadir Peresmian Pena Ballroom DI Kantor Graha Pena Batam Center

Boneka tersebut kemudian menjadi teman tak terpisahkan bagi Punch, yang terus memeluknya sepanjang hari dan bahkan tidur bersamanya. Hal ini menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia, menjadikan Punch sebagai simbol ketahanan emosional dan kebutuhan kasih sayang pada mamalia sosial seperti primata.

Interaksi dengan Kawanan dan Perkembangan Sosial

Meskipun banyak video awal menunjukkan Punch sering dijauhi atau “dibully” oleh monyet dewasa lain di kandang, para ahli menjelaskan bahwa perilaku ini merupakan bagian dari *hierarki sosial* alami dalam kelompok Japanese macaque — bukan agresi abnormal.

Namun kabar terbaru menunjukkan peningkatan dalam hubungan sosial Punch. Rekaman terbaru memperlihatkan beberapa monyet dewasa yang mulai grooming dan berinteraksi dengan Punch, menandakan proses integrasi sosial yang perlahan berlangsung.

Dampak Viral dan Perhatian Publik

Kisah Punch tidak hanya menyebar lewat media sosial, tetapi juga menarik banyak pengunjung ke Kebun Binatang Ichikawa. Ribuan orang rela mengantri untuk melihat langsung bayi monyet yang kini menjadi daya tarik unik.

Artikel Berita Lainya  Dugaan Sel Jadi Tempat Dugem, Kalapas Cibinong: Ditindak Tegas

Fenomena ini juga berpengaruh pada penjualan boneka yang mirip dengan boneka Punch, bahkan menyebabkan stoknya habis di beberapa pasar seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Ahli dan pengamat kesejahteraan hewan memperingatkan bahwa perhatian massa pada kasus ini bisa berdampak negatif, seperti meningkatnya permintaan akan monyet sebagai hewan peliharaan eksotik, yang berpotensi merugikan populasi liar dan kesejahteraan hewan.

Kesimpulan

Kisah Punch the Monkey telah membuka diskusi global tentang perilaku hewan, pentingnya ikatan maternal dalam primata, dan bagaimana manusia merespons cerita-cerita emosional dari dunia binatang. Kasus ini memperlihatkan bahwa kasih sayang dan dukungan—meskipun datang dalam bentuk sederhana seperti boneka—dapat memberikan harapan dan membantu proses sosial seorang makhluk hidup dalam lingkungan yang kompleks.

Sumber Berita:
The Guardian – “The tragedy of Punch the monkey: why do mother animals abandon their offspring?”

Berita Internasional Lainya : Trump Minta Deportasi Tlaib dan Omar Usai Pidato

WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net

Tinggalkan Balasan

Translate »
Punch the Monkey, bayi monyet yang ditinggalkan induknya, viral karena pelukan boneka orangutan yang jadi pengganti kasih sayang, memicu diskusi tentang perilaku hewan & kesejahteraan primata.
Punch the Monkey, bayi monyet yang ditinggalkan induknya, viral karena pelukan boneka orangutan yang jadi pengganti kasih sayang, memicu diskusi tentang perilaku hewan & kesejahteraan primata.