EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Tarik Ulur antar Dinas, Warga Kota Wisata Bingung Soal Flash Padel Club
Ex-Pose.net, Bogor – Warga Kota Wisata Cibubur mempertanyakan kepastian penegakan aturan terhadap Flash Padel Club yang telah disegel oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.
Seorang warga menyebut, segel berupa pita kuning dan stiker penghentian kegiatan masih terpasang di area tersebut. Namun, pada beberapa kesempatan terlihat orang beraktivitas di dalam.
Baca berita lain disini: Satpol PP Janji Monitoring Usai Penertiban Flash Padel Club Cibubur
“Kami bingung karena segel sudah terpasang, tapi aktivitas masih terlihat,” ucap salah satu warga melalui pesan WhatsApp, Jumat (30/1).
Baca berita lain disini: Flash Padel Club Masih Beroperasi, Warga Kritik Lambannya Satpol PP
Warga juga menyampaikan adanya perbedaan informasi dari pejabat di lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.
Baca berita lain disini: Dugaan Pembangunan Royal Urban Tak Kantongi Ijin, Pegiat Lingkungan Pertanyakan Legalitasnya
“Kepala Bidang Penataan DPKPP Kabupaten Bogor, Riza Juangsah menyatakan masih menunggu pencabutan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),” katanya.
“Tapi Kepala DPKPP, Eko Mujiarto menyebut akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP karena sudah mengeluarkan SP3,” sambungnya.
Menurut warga Kota Wisata Cibubur telah melaporkan keberatan atas pembangunan lapangan padel tersebut sejak Juli 2025 ke sejumlah instansi terkait.
“Kami, berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan agar tidak terjadi ketidakpastian hukum dan penegakan aturan dapat berjalan konsisten,” tegas warga.
Untuk memastikan informasi tersebut, redaksi telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Kabid DPKPP Riza. Namun hingga berita ini di terbitkan, belum ada jawaban.
Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa pemasangan stiker dan pita pembatas (PPNS line) merupakan langkah awal penertiban administratif.
Pihaknya juga menyatakan akan melakukan monitoring lanjutan di lokasi. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil pemantauan tersebut.
Penulis: Refer
Editor: Rieke









