EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Jabar.ex-pose.Net Garut – Masyarakat Kecamatan Malangbong dihebohkan dengan dugaan adanya oknum yang mengaku sebagai pegawai dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut, khususnya dari bagian Sarana dan Prasarana (Sapras). Oknum tersebut mengaku bernama Angga dan menghubungi sejumlah kepala desa dengan dalih meminta nomor kontak para Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).
Sedikitnya lima kepala desa di Kecamatan Malangbong mengaku telah ditelepon oleh oknum tersebut. Bahkan, beberapa ketua Gapoktan pun turut menerima panggilan serupa. Diduga, modus ini merupakan bentuk penipuan yang menyasar kelompok-kelompok tani di wilayah tersebut.
Salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya. “Kami khawatir ini adalah modus kejahatan yang mengatasnamakan instansi resmi. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh kepala desa dan ketua Gapoktan agar lebih waspada dan tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku dari dinas tanpa kejelasan,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, seorang petugas dari UPT Pertanian Kecamatan Malangbong menjelaskan kepada tim media bahwa tidak ada nama Angga yang tercatat sebagai staf di bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Garut. “Kami pastikan tidak ada nama itu di bagian Sapras. Jadi, patut dicurigai bahwa ini adalah penipuan,” tegasnya.
Laporan terakhir menyebutkan, salah satu kepala desa kembali dihubungi oleh oknum yang menggunakan nama dan jabatan yang sama, kembali meminta kontak ketua Gapoktan. Meskipun belum ada korban yang dirugikan secara langsung, masyarakat dan para pelaku pertanian diimbau untuk tetap berhati-hati.
Atas nama masyarakat, pihak desa dan petugas pertanian berharap aparat penegak hukum dapat menelusuri dan mengusut tuntas dugaan upaya penipuan ini sebelum jatuh korban.
“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming program bantuan atau proyek dari pihak yang tidak jelas asal-usulnya. Pastikan semua informasi diverifikasi ke dinas resmi atau melalui UPT pertanian setempat,” tutup salah satu petugas lapangan.
(Redaksi)


