GARUT — Suasana Garut Selatan bergetar pada Senin, 8 Desember 2025, ketika Yayasan Elfatih Garut menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan yang langsung menyedot perhatian publik. Bagaimana tidak? Acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta, mulai dari mahasiswa, pemuda, hingga perwakilan warga dari berbagai kecamatan di Garut Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh penting membuat seminar ini terasa begitu prestisius dan penuh energi kebangsaan.
REKOMENDASI ARTIKEL : Bapas Garut Resmi Teken PKS dengan Yayasan Miftahul Huda Al Burhaniyah untuk Pembinaan ABH
Salah satu sorotan utama ialah tampilnya Anggota DPRD Garut, Tatang Sumirat, S.IP, yang menjadi pemateri sentral. Kehadirannya membuat suasana seminar semakin hidup dan berwibawa.
Dalam sambutan pembuka, Ade Burhanudin, pimpinan Yayasan Elfatih Garut, menyampaikan pesan lantang mengenai pentingnya membentengi diri dengan wawasan kebangsaan.
“Di era sekarang, Pancasila bukan hanya slogan—ini benteng moral bangsa. Kita harus menjaga persatuan, jangan sampai terpecah oleh kepentingan sempit,” tegas Ade, disambut tepuk tangan meriah peserta.
Tak kalah menggelegar, Tatang Sumirat, S.IP, menyerukan bahwa masyarakat harus berani menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan Garut Selatan.
“Saya berdiri di sini bukan untuk janji kosong. Garut Selatan adalah tanggung jawab politik saya. Selama rakyat butuh, saya akan hadir!” katanya disambut sorakan semangat peserta.
Acara semakin lengkap dengan hadirnya Kabid Kesbangpol Bidang Wawasan Kebangsaan, Asep Ertanto, S.IP, yang ikut memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Pancasila harus hidup! Tak cukup dipahami—harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial adalah kuncinya,” tegas Asep Ertanto.
REKOMENDASI ARTIKEL : Korupsi MBG, Ketua Yayasan IFSR Jadi Tersangka Keenam
Seminar ini bukan sekadar acara seremonial. Para pemateri mengguncang kesadaran generasi muda dengan mengingatkan kembali pentingnya menerapkan lima sila Pancasila dalam kehidupan nyata:
Ketuhanan: hidup rukun antaragama.
Kemanusiaan: saling menghormati dan berempati.
Persatuan: menjauhi konflik dan menjaga NKRI.
Kerakyatan: mengutamakan musyawarah mufakat.
Keadilan Sosial: memperjuangkan kesejahteraan bersama.
Hadir pula para tokoh dan unsur pemerintahan yang membuat acara ini semakin bergengsi: Kapolsek Pakenjeng, Danramil Pakenjeng, perwakilan Kecamatan Pakenjeng, pemerintah Desa Tegalgede, serta para tokoh masyarakat dan pemuda yang turut meramaikan suasana.
Dengan atmosfer penuh semangat kebangsaan, Seminar Wawasan Kebangsaan ini menjadi salah satu acara paling berkesan di akhir tahun 2025 di Garut Selatan. Yayasan Elfatih Garut berhasil membuktikan diri sebagai garda depan dalam memperkuat karakter kebangsaan masyarakat.
Semangat persatuan menggema, bendera Pancasila berkibar di hati para peserta, dan Garut Selatan pulang dengan energi baru untuk terus menjaga keutuhan NKRI!(Undang Wiga)
Artikel ini terkait dengan konten :
EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:
- Berita Utama Terkini Daerah Nasional Internasional Rangkuman komprehensif peristiwa penting di Indonesia dan global.
- Headline News Update Berita Utama Laporan kilat berita viral dan sorotan utama redaksi hari ini.
- Update Berita Terbaru Setiap Hari Informasi berkala yang diperbarui konsisten setiap waktu untuk referensi Anda.
- Berita Hari Ini Terkini dan Terpercaya Dinamika terkini langsung dari tempat kejadian secara real-time.
Yayasan Elfatih Garut Gekar Seminar Kebangsaan Diikuti 200 Peserta
Oleh: Rohman Priatna | 07:48 WIB, 10 Desember 2025
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.


