EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
GORONTALO, 29 Mei 2026 – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menyebabkan ratusan warga terdampak serta memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi. Selain merusak rumah warga, bencana ini juga berdampak serius terhadap kelompok rentan, termasuk 238 balita yang kini membutuhkan penanganan kesehatan dan logistik khusus.
Banjir dan Longsor Terjang Empat Desa di Bone Bolango
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango mencatat sedikitnya empat desa terdampak banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (26/5/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan air sungai dan pergerakan tanah yang menghantam permukiman warga pada malam hari.
“Ada satu korban yang sempat hanyut terbawa material longsor hingga ke laut. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (27/5).
Menurutnya, puncak bencana terjadi sekitar pukul 22.00 WITA ketika banjir bandang dan longsoran mulai merendam rumah-rumah warga di sejumlah desa terdampak.
BPBD mencatat sebanyak 35 unit rumah terendam banjir dan satu rumah warga hancur total setelah terseret arus deras.
Ratusan Warga Mengungsi
Akibat bencana tersebut, sebanyak 35 kepala keluarga atau sekitar 105 jiwa dievakuasi menuju lokasi pengungsian yang dipusatkan di Dusun 3 desa setempat.
Empat desa yang terdampak meliputi:
- Desa Muara Bone sebanyak 50 jiwa terdampak
- Desa Moodulio sebanyak 97 jiwa terdampak
- Desa Taludaa sebanyak 100 jiwa terdampak
- Desa Masiaga sebanyak 10 jiwa terdampak
Petugas BPBD bersama aparat desa dan relawan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kerusakan rumah maupun kebutuhan mendesak warga di lapangan.
238 Balita Terdampak Banjir di Gorontalo Utara
Di wilayah Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, dampak banjir bandang juga memicu perhatian serius terhadap kondisi kesehatan anak-anak.
Dinas Kesehatan Gorontalo Utara mencatat sebanyak 238 balita terdampak banjir, dengan 40 balita di antaranya membutuhkan perhatian khusus akibat mengalami masalah gizi.
Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Sri Fenty N Sagaf, mengatakan pihaknya langsung melakukan pemetaan sebaran balita untuk mempercepat distribusi bantuan kesehatan dan pangan.
“Tim kami dari Puskesmas saat ini telah memetakan sebaran balita tersebut untuk mendistribusikan Makanan Pendamping ASI serta pemenuhan kebutuhan susu formula khusus,” katanya, Kamis (28/5/2026).
Tim Medis Disiagakan di Pos Pengungsian
Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal, Dinas Kesehatan bersama organisasi profesi menempatkan personel medis di sejumlah titik pengungsian sejak hari pertama bencana.
Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi munculnya penyakit pasca banjir, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.
“Kami bergerak cepat membagi tim medis dan logistik melalui pos-pos kesehatan ini, demi memastikan bantuan bisa menyentuh seluruh korban, khususnya kelompok rentan,” ujar Sri Fenty.
Ia menegaskan bahwa pelayanan tanggap darurat tetap dilakukan secara maksimal meski berlangsung di tengah suasana libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Pemprov Gorontalo Prioritaskan Layanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar proses penanganan korban tidak mengalami keterlambatan.
“Kami memastikan seluruh layanan kesehatan bergerak cepat dan hadir langsung di tengah masyarakat terdampak banjir. Fokus utama kami adalah memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau, terutama ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh posko kesehatan dan tim lapangan terus memantau kondisi lingkungan pascabencana guna mencegah penyebaran penyakit akibat sanitasi buruk dan genangan air.
Warga Diminta Tetap Waspada Cuaca Ekstrem
Pemerintah daerah bersama BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras dan longsor susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai maupun lereng perbukitan diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Sementara itu, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pendataan kerusakan rumah masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di wilayah terdampak.
Penulis: Aninggelldivita
Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.
Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.
Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.
Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.
Banjir Gorontalo: 238 Balita Terdampak, 40 Butuh Khusus
Oleh: Aninggell | 12:52 WIB, 29 Mei 2026
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.













