EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Bantuan PALAWA Unpad terus diperluas sebagai wujud solidaritas kampus terhadap korban bencana Sumatera, mencakup logistik pangan dan kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah terdampak.
Bandung, 12 Desember 2025 Aksi solidaritas melalui bantuan PALAWA Unpad untuk korban bencana Sumatera kembali diperluas, mencakup distribusi logistik ke wilayah terdampak di Sumatera Barat dan Aceh sebagai bentuk kepedulian komunitas kampus terhadap penyintas di masa tanggap darurat.
Solidaritas Kampus untuk Korban Bencana Sumatera
Gerakan bantuan PALAWA Unpad menjadi salah satu bentuk mobilisasi solidaritas kampus yang menunjukkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam menangani bencana nasional. Bantuan ini tidak hanya mengirim logistik, tetapi juga membangun jembatan empati antara komunitas akademik dan masyarakat yang terdampak banjir bandang serta longsor.
Sebagai organisasi pecinta alam, PALAWA Unpad memanfaatkan jejaring internal dan relawan berpengalaman untuk memastikan distribusi bantuan berlangsung cepat dan tepat sasaran.
Kebutuhan Mendesak Jadi Prioritas Distribusi
Fokus Bantuan di Kecamatan IV Koto Agam
Di Kecamatan IV Koto Agam, Sumatera Barat, bantuan difokuskan pada makanan siap saji yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi para pengungsi. Koordinator Operasional Operasi Bencana Sumatera PALAWA Unpad, Ario PB Rachman, menjelaskan bahwa warga kesulitan mengakses makanan harian yang layak di tengah kondisi darurat.
Jenis Logistik yang Disalurkan
Bantuan makanan siap saji terdiri dari:
1. Paket rendang ayam (3 potong per paket)
2. Kering tempe 250 gram per bungkus
Jenis logistik ini dipilih karena mampu memenuhi kebutuhan pangan cepat konsumsi, terutama bagi warga yang tidak memiliki fasilitas memasak akibat kerusakan rumah dan infrastruktur.
Tanggapan Relawan dan Warga
Relawan menyampaikan bahwa bantuan pangan cepat konsumsi membantu menghindari kelaparan di hari-hari awal masa darurat. Para penerima manfaat mengaku sangat terbantu karena bantuan langsung bisa dikonsumsi tanpa proses panjang.
Bantuan Beras untuk Aceh Tamiang
Distribusi ke Desa Pahlawan
PALAWA Unpad juga mengirimkan bantuan beras ke Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan disalurkan berdasarkan laporan relawan lokal bahwa banyak warga masih bertahan di tempat pengungsian dengan akses terbatas terhadap bahan makanan pokok.
Kondisi Akses dan Kebutuhan Warga
Beberapa wilayah di Aceh Tamiang masih terisolasi akibat banjir yang merusak ruas jalan. Dalam kondisi tersebut, bantuan beras menjadi krusial untuk menjaga ketersediaan pangan dasar di kalangan penyintas.
Gerakan Donasi dari Komunitas Kampus
Dukungan Alumni, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum
Aksi bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari keluarga besar PMPA PALAWA Unpad, para alumni, mahasiswa Unpad, masyarakat umum, hingga dukungan institusi pendidikan seperti SD Yas Bandung.
Apresiasi kepada Para Donatur
Ario PB Rachman menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berdonasi. Menurutnya, aksi ini mencerminkan bentuk kepedulian sosial yang kuat dalam lingkungan akademik dan masyarakat luas.
Bantuan Berkelanjutan untuk Wilayah Lain
Komitmen Distribusi Tahap Lanjutan
Bantuan PALAWA Unpad tidak berhenti pada dua titik distribusi utama. Mereka memastikan bahwa bantuan tahap lanjutan juga akan menyasar wilayah lain yang masih membutuhkan, seperti Aceh Tamiang dan Sibolga.
Pembukaan Donasi Sejak Tiga Hari Pasca Bencana
Donasi dibuka sejak tiga hari setelah bencana menerjang wilayah Sumbar, Sumut, dan Aceh. Respons cepat ini dimaksudkan agar bantuan dapat segera dikumpulkan dan dikirimkan sebelum kondisi krisis makin meluas.
Kondisi Pengungsi Berdasarkan Data BPBD Agam
Lebih dari 6.200 Warga Masih Mengungsi
Menurut laporan BPBD Kabupaten Agam, sebanyak 6.206 jiwa masih mengungsi hingga Minggu (7/12) pukul 20.00 WIB. Mereka tersebar di lima kecamatan yang terdampak bencana.
Persebaran Pengungsi
1. Palembayan: 1.719 jiwa
2. Palupuh: 30 jiwa
3. Tanjung Raya: 3.595 jiwa
4. Ampek Koto: 245 jiwa
5. Matur: 253 jiwa
Para pengungsi menempati sekolah, rumah ibadah, rumah keluarga, dan titik aman lainnya.
Dampak Sosial dan Peran Komunitas Mahasiswa
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Sosial
Gerakan bantuan ini mencerminkan bagaimana komunitas mahasiswa dapat menjadi agen perubahan sosial melalui aksi nyata. Kepekaan terhadap isu kemanusiaan menjadi fondasi utama yang membuat gerakan solidaritas kampus terus berkembang.
Pentingnya Kolaborasi dan Empati
Solidaritas kampus seperti ini memperlihatkan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama melalui jaringan relawan dan komunitas mahasiswa.(Aninggel)
Aksi Donasi PPSSI untuk Korban Bencana ACEH–Sumut
Warga Graha Puspa–Kartika dan Bekang Kostrad Kirim Bantuan ke Sumatera















