scrol kebawah untuk membaca
Bank IndonesiaBerita Utama

BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran 2026

×

BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran 2026
BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran 2026/ANTARA FOTO

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk penukaran uang Lebaran 2026 melalui 8.755 titik layanan, pemesanan via PINTAR, batas Rp 5,3 juta per orang.
BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk penukaran uang Lebaran 2026 melalui 8.755 titik layanan, pemesanan via PINTAR, batas Rp 5,3 juta per orang.

BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk penukaran uang Lebaran 2026 guna memenuhi kebutuhan masyarakat di 2.883 lokasi layanan seluruh Indonesia.

JAKARTA, 14 Februari 2026 — Bank Indonesia menyiapkan Rp 8,6 triliun untuk layanan Penukaran Uang Lebaran 2026 di 2.883 lokasi dengan 8.755 titik layanan. Program ini digelar bersama perbankan dan mitra kerja guna memastikan kebutuhan uang pecahan masyarakat terpenuhi secara tertib, mudah dijangkau, dan merata di seluruh Indonesia.

Program Penukaran Uang Lebaran 2026 menjadi langkah strategis otoritas moneter dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Setiap tahun, kebutuhan uang tunai meningkat signifikan, terutama untuk pecahan kecil yang digunakan masyarakat dalam tradisi berbagi saat hari raya.

Pesan Iklan
Iklan 081574404040

Alokasi Dana Rp 8,6 Triliun untuk Kebutuhan Nasional

Bank Indonesia (BI) memastikan ketersediaan uang tunai dalam jumlah memadai menjelang Lebaran 2026. Total dana Rp 8,6 triliun disiapkan khusus untuk kebutuhan penukaran uang pecahan di berbagai daerah.
Setiap paket penukaran dibatasi maksimal Rp 5,3 juta per orang. Nominal tersebut mencakup pecahan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 50 ribu, sesuai kebutuhan masyarakat. Kebijakan pembatasan ini bertujuan agar distribusi uang baru lebih merata dan dapat diakses lebih banyak warga.
Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya BI menjaga kualitas uang rupiah yang beredar di masyarakat, terutama menjelang momentum perayaan keagamaan yang identik dengan penggunaan uang tunai dalam jumlah besar.

Layanan Tersedia di Ribuan Titik Seluruh Indonesia

Untuk memperluas jangkauan layanan, BI bersama perbankan menyediakan 2.883 lokasi dengan total 8.755 titik layanan di seluruh Indonesia. Titik tersebut mencakup kantor cabang bank, mobil kas keliling, serta lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan.
Salah satu contoh layanan terlihat di halaman Ayani Megamall, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (13/2/2026), saat warga mengantre menukarkan uang rupiah dalam kegiatan Semarak Penukaran Uang Rupiah Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut melayani penukaran pecahan kecil bagi masyarakat Kota Pontianak pada 12–13 Februari 2026. Antusiasme warga menunjukkan tingginya kebutuhan uang layak edar, baik untuk perayaan Imlek maupun persiapan menjelang Ramadan dan Lebaran.

Pemesanan Melalui Aplikasi PINTAR

Digitalisasi Layanan Penukaran Uang

Untuk meningkatkan kenyamanan dan mengurangi antrean panjang, proses pemesanan penukaran uang dilakukan melalui aplikasi PINTAR. Sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan reservasi secara daring sebelum datang ke lokasi layanan.
Dengan mekanisme ini, BI dapat mengatur kuota penukaran secara lebih tertib dan transparan. Masyarakat cukup memilih lokasi, tanggal, serta nominal paket yang diinginkan sesuai batas maksimal yang ditentukan.
Digitalisasi layanan ini juga menjadi bagian dari transformasi sistem kas nasional agar lebih efisien dan akuntabel. Selain itu, sistem pemesanan daring membantu mencegah praktik percaloan yang kerap muncul saat permintaan uang baru meningkat drastis.

Peran BI dan Perbankan

BI bersama perbankan dan mitra kerja memegang peran penting dalam memastikan distribusi uang berjalan lancar. Sinergi ini mencakup penyediaan logistik, pengamanan distribusi, hingga pelayanan langsung kepada masyarakat.
Mobil kas keliling tetap menjadi andalan, terutama untuk menjangkau wilayah yang jauh dari kantor cabang perbankan. Kehadiran layanan ini mempermudah masyarakat memperoleh uang pecahan tanpa harus bepergian jauh.

Menjaga Stabilitas dan Kelancaran Sistem Pembayaran

Penyediaan dana Rp 8,6 triliun untuk Penukaran Uang Lebaran 2026 tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional.
Lonjakan permintaan uang tunai saat Ramadan dan Idulfitri berpotensi meningkatkan peredaran uang tidak layak edar. Dengan program penukaran resmi, BI memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah dalam kondisi baik dan asli.
Selain itu, kebijakan ini mendukung kelancaran transaksi ekonomi selama periode libur panjang. Aktivitas perdagangan, sektor ritel, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) biasanya mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran.
Dengan distribusi uang tunai yang terencana dan terkoordinasi, risiko kekurangan uang pecahan di daerah dapat diminimalkan. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
Program Penukaran Uang Lebaran 2026 diharapkan berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran. Masyarakat diimbau melakukan pemesanan melalui aplikasi resmi serta memanfaatkan layanan yang tersedia di titik-titik terdekat.

Seorang pegawai Bank Indonesia (BI) Meninggal Dunia

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023

WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net

Tinggalkan Balasan

Translate »
BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk penukaran uang Lebaran 2026 melalui 8.755 titik layanan, pemesanan via PINTAR, batas Rp 5,3 juta per orang.
BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk penukaran uang Lebaran 2026 melalui 8.755 titik layanan, pemesanan via PINTAR, batas Rp 5,3 juta per orang.