EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Cara cek penerima bansos PKH dan BPNT 2026 kini bisa dilakukan daring melalui laman resmi Kemensos untuk memastikan status KPM terdaftar di DTKS.
JAKARTA, 14 Februari 2026 — Pemerintah melalui Kementerian Sosial kembali menyalurkan bansos PKH dan BPNT 2026 secara bertahap kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdaftar dalam DTKS. Masyarakat kini dapat melakukan cek penerima bansos 2026 secara daring melalui laman resmi Kemensos.
Program bantuan sosial ini menjadi bagian dari strategi perlindungan sosial nasional untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan. Dengan sistem digital, proses pengecekan kini lebih mudah, cepat, dan transparan.
PKH dan BPNT 2026: Program Andalan Perlindungan Sosial
Program Keluarga Harapan (PKH) difokuskan pada peningkatan kualitas hidup keluarga prasejahtera melalui komponen kesehatan dan pendidikan. Sasaran program meliputi ibu hamil, balita, anak usia sekolah, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas.
Melalui bantuan ini, pemerintah mendorong akses layanan kesehatan yang lebih baik serta peningkatan partisipasi pendidikan anak dari keluarga kurang mampu. Intervensi tersebut diharapkan berdampak jangka panjang dalam menekan angka kemiskinan.
Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan senilai Rp200.000 per bulan. Bantuan tidak dicairkan dalam bentuk uang tunai, melainkan digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di e-warong atau toko elektronik gotong royong yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Skema non tunai ini dirancang untuk memastikan bantuan tepat guna, meningkatkan transparansi, sekaligus mendukung ekosistem ekonomi lokal.
Cara Cek Penerima Bansos 2026 Secara Online
Masyarakat yang ingin mengetahui status sebagai penerima PKH atau BPNT 2026 dapat melakukan pengecekan mandiri secara daring. Berikut panduan lengkapnya:
Langkah-Langkah Pengecekan
1. Buka laman resmi Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id.
2. Pilih wilayah sesuai domisili, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
4. Ketik kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
5. Klik tombol “CARI DATA” dan tunggu hasil pencarian.
Apabila nama tercantum dalam sistem, maka yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima bansos PKH atau BPNT pada tahap penyaluran tersebut.
Sistem ini terintegrasi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga validitas data menjadi kunci utama dalam penentuan penerima manfaat.
Mekanisme Penyaluran Bantuan
Penyaluran bansos PKH dan BPNT 2026 dilakukan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti , , , dan .
Di beberapa wilayah tertentu, pencairan juga dapat dilakukan melalui , tergantung skema distribusi yang diterapkan pemerintah daerah.
Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan meminimalkan kendala teknis. Pola ini juga membantu pemerintah mengawasi distribusi agar berjalan tertib dan transparan.
Pentingnya Validitas Data DTKS
Kemensos mengimbau masyarakat untuk rutin memantau status penerimaan bantuan melalui kanal resmi. Selain itu, warga disarankan berkoordinasi dengan pendamping sosial di wilayah masing-masing jika mengalami kendala.
Validitas data kependudukan menjadi faktor penting agar bantuan tetap diterima pada periode berikutnya. Data yang tidak diperbarui atau tidak sesuai dapat menyebabkan terhentinya penyaluran bantuan.
Karena itu, masyarakat diharapkan memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) aktif serta terdaftar dalam DTKS. Pembaruan data dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Dampak Bansos bagi Stabilitas Ekonomi Keluarga
Penyaluran PKH dan BPNT 2026 diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi keluarga prasejahtera. Bantuan tersebut berperan sebagai jaring pengaman sosial di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Dengan kombinasi bantuan pendidikan, kesehatan, dan pangan, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi. Program ini juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat perlindungan sosial nasional.
Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan resmi dan menghindari informasi yang tidak jelas sumbernya. Pastikan selalu melakukan cek penerima bansos 2026 melalui laman resmi Kemensos untuk mendapatkan data yang valid dan akurat.
Cara Akses Bansos di DTSEN, Ini Detailnya
Bansos Abadi bagi ODGJ, Lansia, dan Difabel
















Respon (1)