EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Wartabelanegara.com – Gedung Kesenian Kemuning Gading, merupakan gedung kesenian yang ada di Kota Bogor.
Gedung yang berada tepat di area komplek Balai Kota Bogor ini sering menjadi tempat berkumpulnya para seniman Bogor untuk mempertontonkan kreatifitasnya.
Baca juga: Gempa Bumi Tektonik M4,1 Dirasakan Dikota Bogor Jabar
Mulai dari teater, musik, kesenian tradisional, atau sekedar acara seremoni menggunakan gedung ini.
Namun sayang, kondisi gedung kesenian kemuning gading saat ini begitu memprihatinkan.
Baca juga: FBKK Bogor Raya Gandeng IBIK Bahas Job Fair 2023

Baca juga: Bendera Berukuran 100 Meter Diarak di Sepanjang Jalan Kota Bogor
Hal itu dikarenakan kondisi kemuning gading sangat kotor bahkan terkesan kumuh. Tangga untuk masuk ke gedung ini pun terlihat sedikit berlumut hitam.
Selain itu, Atap-atap gedung ini juga terlihat usang dan bolong-bolong.
Terus beberapa fasilitas umum yang dimiliki oleh gedung ini terlihat tak terawat. Salah satunya fasilitas umum toilet untuk buang air.
Toilet yang persis berada di areal samping panggung utama terlihat hanya bisa digunakan untuk buang air kecil. Tidak hanya itu, benda-benda berbahan dasar kayu tergelatak di areal luar samping panggung utama.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sekdis Dispubpar) Kota Bogor, Wawan Sanwani membenarkan bahwa kondisi gedung kesenian kemuning gading sendiri sudah tidak layak untuk dipakai.
“Jadi pernah kita bikin DEDnya untuk rehab total cuman engga sempet di ACC,” ujarnya kepada Pojoksatu.id saat ditemui belum lama ini.

Alasannya adalah, kata Wawan, karena kepemilikan gedung tidak hanya di disparbud, ada beberapa dinas juga yang bersemayam di gedung tersebut. Seperti DPPMPTSP, Saber Pungli, Koperasi dan masih banyak lainnya.
Sehingga kalaupun ingin diperbaiki atau direhab harus satu kesatuan, dan itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Estimasinya sekitar Rp 2 Miliar rupiah,” ucapnya.
Saat ini, masih kata Wawan, aset gedung kesenian kemuning gading sendiri masih dibawah kendali Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)
“Kita mah hanya diberikan pelimpahan kewengan untuk mengelola doang,” tandas wawan.
(Adi Wirman)









