EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
YOGYAKARTA, 25 Februari 2026 – Gerhana Bulan Total diprediksi terjadi pada 3 Maret 2026 atau pertengahan Ramadan 1447 Hijriah dan melintasi seluruh wilayah Indonesia. Menyikapi fenomena tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid resmi menerbitkan maklumat pelaksanaan Salat Gerhana (Khusuf) bagi umat Islam.
Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 diperkirakan dapat diamati dari berbagai daerah di Tanah Air dengan fase yang berlangsung selama beberapa jam. Peristiwa langit ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga memiliki makna spiritual tersendiri bagi umat Islam.
Maklumat tersebut tertuang dalam dokumen resmi bernomor 01/MLM/I.1/E/2026 yang ditandatangani Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., serta Sekretaris Muhamad Rofiq Muzakkir, Ph.D.
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Berdasarkan maklumat resmi yang dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, gerhana diprediksi melintasi seluruh wilayah Indonesia dengan rincian waktu sebagai berikut:
Fase Gerhana di Indonesia
1. Gerhana Sebagian mulai:
16:50:00 WIB / 17:50:00 WITA / 18:50:00 WIT
2. Gerhana Total mulai:
18:04:26 WIB / 19:04:26 WITA / 20:04:26 WIT
3. Puncak Gerhana:
18:33:37 WIB / 19:33:37 WITA / 20:33:37 WIT
4. Gerhana Total berakhir:
19:02:45 WIB / 20:02:45 WITA / 21:02:45 WIT
5. Gerhana Sebagian berakhir:
20:17:10 WIB / 21:17:10 WITA / 22:17:10 WIT
Secara astronomis, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Kondisi ini menyebabkan permukaan Bulan tampak berwarna kemerahan yang kerap disebut sebagai “Blood Moon”.
Muhammadiyah Imbau Pelaksanaan Salat Khusuf
Dalam maklumat tersebut ditegaskan bahwa Majelis Tarjih dan Tajdid mengimbau seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah untuk melaksanakan Salat Gerhana (Khusuf) ketika Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 berlangsung.
Salat Khusuf dapat dilaksanakan sejak gerhana sebagian dimulai hingga gerhana berakhir di wilayah masing-masing. Selain salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istigfar, serta sedekah sebagai bentuk refleksi spiritual atas tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Imbauan ini sejalan dengan tuntunan syariat Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat terjadi gerhana, yakni melaksanakan salat dan memperbanyak doa.
Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga menjelaskan tata cara pelaksanaan Salat Gerhana Bulan secara rinci agar dapat dilaksanakan sesuai tuntunan.
Pelaksanaan Tanpa Azan dan Iqamah
Salat dilaksanakan secara berjamaah tanpa azan dan iqamah. Sebagai pengganti, imam menyerukan kalimat as-salātu jāmi‘ah untuk mengajak jamaah berkumpul.
Dua Rakaat dengan Dua Rukuk di Setiap Rakaat
Salat Gerhana terdiri atas dua rakaat. Pada setiap rakaat terdapat dua kali berdiri (qiyam) dan dua kali rukuk. Bacaan Surah Al-Fatihah dan surah panjang dilakukan dengan suara lantang (jahar).
Khutbah Setelah Salat
Setelah salat selesai, imam menyampaikan satu khutbah berisi nasihat, pengingat tentang tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, serta ajakan memperbanyak istigfar dan amal kebajikan.
Momentum Spiritual di Bulan Ramadan
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang bertepatan dengan Ramadan menjadi momentum refleksi keimanan bagi umat Islam. Selain sebagai fenomena astronomi yang dapat dijelaskan secara ilmiah, peristiwa ini juga dipandang sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Dengan adanya maklumat resmi tersebut, Muhammadiyah berharap umat Islam menyambut Gerhana Bulan Total 2026 bukan hanya sebagai peristiwa langit, tetapi juga sebagai kesempatan meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan.












