EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Kapolres Bima terseret kasus narkoba yang kini ditangani Propam dan tim internal kepolisian. Perkembangan terbaru memicu perhatian publik di NTB dan nasional.
BIMA – Isu keterlibatan Kapolres Bima dalam dugaan kasus narkoba menjadi sorotan publik setelah beredar informasi pemeriksaan internal oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Kepolisian memastikan proses klarifikasi dan penyelidikan berjalan untuk mengungkap fakta secara transparan.
Kasus Kapolres Bima narkoba mencuat setelah adanya laporan internal yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran pengawasan kepolisian. Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik terkait penyalahgunaan narkotika.
Baca berita lain disini: Kerja Sama Askrida Bandung–BPR LPM Perkuat Keuangan
Propam Lakukan Pemeriksaan Internal
Divisi Profesi dan Pengamanan disebut telah mengambil langkah awal dengan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum maupun etik yang dilakukan oleh pejabat tersebut.
Langkah pengawasan internal ini menjadi prosedur standar ketika ada dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota kepolisian, terutama pejabat struktural seperti Kapolres. Jika ditemukan unsur pidana, kasus dapat ditingkatkan ke proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.
Baca berita lain disini: Prabowo Resmikan 1.179 SPPG Polri dan Gudang Pangan
Komitmen Transparansi Institusi
Pihak kepolisian daerah menegaskan komitmennya dalam menindak tegas setiap dugaan pelanggaran, termasuk apabila melibatkan pejabat tinggi. Prinsip profesionalitas dan transparansi disebut menjadi prioritas dalam menjaga kepercayaan publik.
Apabila terbukti bersalah, sanksi yang dapat dijatuhkan tidak hanya berupa sanksi disiplin, tetapi juga pidana sesuai Undang-Undang tentang Narkotika.
Baca berita lain disini: Whip Pink Heboh, Video Selebgram Makassar Viral
Reaksi Publik dan Tokoh Masyarakat
Perkembangan kasus ini memicu perhatian masyarakat Bima dan Nusa Tenggara Barat. Sejumlah tokoh masyarakat meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan objektif agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
Pengamat hukum menilai bahwa penanganan tegas terhadap aparat yang diduga terlibat narkoba penting untuk menjaga integritas institusi. Mereka menekankan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Proses Hukum Masih Berjalan
Hingga saat ini, proses klarifikasi dan pendalaman masih berlangsung. Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait dugaan tersebut. Informasi resmi akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan internal rampung.
Masyarakat diimbau untuk menunggu pernyataan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari disinformasi.
Kasus dugaan narkotika yang menyeret pejabat kepolisian ini menjadi ujian serius bagi komitmen reformasi internal. Publik berharap penanganan yang objektif dan profesional agar kepercayaan terhadap penegakan hukum tetap terjaga.
Kapolri Terbitkan Aturan Baru Soal Penugasan Polri di Instansi Lain














