scrol kebawah untuk membaca
Berita NasionalGaya HidupHeadline

Kedepan, Tambang Bawah Tanah Meningkat

×

Kedepan, Tambang Bawah Tanah Meningkat

Sebarkan artikel ini

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif
Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif

Kedepan, Tambang Bawah Tanah Meningkat

Pesan Iklan
Iklan 081574404040

EX-POSE.NET, Jakarta – Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif memprediksi tren tambang bawah tanah akan semakin banyak di masa mendatang mengingat semakin sedikitnya cadangan dekat permukaan.

“Meski berbiaya lebih tinggi, namun memiliki resiko kerusakan yang lebih kecil di bandingkan dengan tambang permukaan,” katanya melalui keterangan pers, kemarin.

Artikel Berita Lainya  Kapolri: Kapolda yang Tak Mampu Kembalikan Kepercayaan Publik Akan di Evaluasi

“Tren tambang bawah tanah akan semakin banyak di masa depan mengingat semakin sedikitnya cadangan dekat permukaan. Meski memiliki tantangan berupa biaya investasi yang relatif besar, teknologi yang semakin canggih dan ketersediaan SDM. Namun memiliki peluang pengurangan risiko dampak lingkungan,” tambahnya.

Menurutnya, biaya operasi tambang bawah tanah lebih tinggi di karenakan adanya tambahan biaya untuk ventilasi, penyanggaan, dan sebagainya.

Artikel Berita Lainya  Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Longsor, 4 Tewas dan 10 Lebih Diduga Tertimbun

“Biaya operasional tambang bawah tanah kira-kira dua kali lebih mahal di bandingkan yang terbuka. Biaya modal/kapital berkisar tiga hingga empat kali lebih mahal di bandingkan yang terbuka,” katanya.

Irwandy mengungkapkan, peluang dan masa depan tambang bawah tanah di Indonesia akan semakin meningkat. Karena semakin berkurangnya deposit (cebakan) berkadar tinggi pada atau dekat permukaan untuk di tambang.

“Dengan kata lain, bertambahnya ke dalaman deposit akan menyulitkan bila di tambang dengan sistem terbuka. Karena terbatas oleh Stripping Ratio dan di temukannya teknologi baru dalam peralatan Tambang Bawah Tanah,” jelasnya.

Artikel Berita Lainya  Ketum Dharma Pertiwi Hadiri Peresmian Sekretariat Dekranasda

Untuk di ketahui, terdapat 15 perusahaan tambang batubara bawah tanah lainnya di Indonesia antara lain, CV Air Mata Emas dan PT Nusa Alam Lestari di Sumatera Barat, Merge Mining Industri Kalimantan Selatan, Kusuma Raya Utama di Bengkulu, Gerbang Daya Mandiri Kalimantan Timur, Sumber Daya Energi, Vipronity Power Energy, PT Sugico Pendragon Energi dan Indonesia Multi Energi di Kalimantan Selatan.

 

WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net
Translate »
Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif
Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif