scrol kebawah untuk membaca
Berita Daerah

Kemacetan Lumpuhkan Jalur Bayongbong, Pengelola Usaha Dinilai Abai, Aparat Dipertanyakan

×

Kemacetan Lumpuhkan Jalur Bayongbong, Pengelola Usaha Dinilai Abai, Aparat Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

  Garut, 18 Maret 2026 — Kemacetan parah yang melumpuhkan jalur utama Bayongbong, tepatnya di Desa Karyajaya, Kabupaten Garut, tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Peristiwa ini telah berkembang menjadi persoalan publik yang mencerminkan
  Garut, 18 Maret 2026 — Kemacetan parah yang melumpuhkan jalur utama Bayongbong, tepatnya di Desa Karyajaya, Kabupaten Garut, tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Peristiwa ini telah berkembang menjadi persoalan publik yang mencerminkan

 

Garut, 18 Maret 2026 — Kemacetan parah yang melumpuhkan jalur utama Bayongbong, tepatnya di Desa Karyajaya, Kabupaten Garut, tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Peristiwa ini telah berkembang menjadi persoalan publik yang mencerminkan lemahnya tanggung jawab pengelola usaha sekaligus memunculkan tanda tanya besar terhadap fungsi pengawasan di lapangan.

Kepadatan kendaraan yang berujung macet total di depan pusat perbelanjaan “Serba 35 Ribu” menunjukkan satu hal yang jelas: aktivitas usaha yang menghadirkan keramaian besar tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas yang memadai.

Pantauan di lokasi memperlihatkan kendaraan pengunjung memenuhi badan jalan tanpa kendali. Kondisi ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi telah merampas hak dasar pengguna jalan lain yang melintas di jalur vital penghubung antarwilayah tersebut. Jalan umum berubah fungsi menjadi area parkir dadakan—sebuah praktik yang seharusnya tidak dibiarkan terjadi.

Artikel Berita Lainya  Kapolda Jateng Jamin Keamanan Gelaran Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan Solo

Yang paling disorot, tidak adanya petugas pengatur lalu lintas saat situasi mencapai titik puncak kemacetan. Hal ini memunculkan kritik keras dari masyarakat: apakah situasi seperti ini tidak diprediksi sebelumnya? Atau justru diabaikan?

Hasil penelusuran tim Expose Net Cyber mengindikasikan belum adanya koordinasi dari pihak pengelola usaha dengan aparat setempat, termasuk Polsek Bayongbong. Padahal, dalam setiap aktivitas usaha yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar, koordinasi bukan lagi pilihan—melainkan kewajiban.

Ketika koordinasi diabaikan, dampaknya nyata: kemacetan, kekacauan, dan kerugian bagi masyarakat luas. Dalam konteks ini, publik menilai telah terjadi dugaan kelalaian dalam manajemen operasional yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.

Persoalan utama yang mengemuka adalah minimnya fasilitas parkir. Ini bukan sekadar kekurangan teknis, melainkan indikasi bahwa perencanaan usaha tidak matang atau tidak memprioritaskan kepentingan publik. Sebab, setiap usaha yang mengundang banyak pengunjung sudah seharusnya menyediakan ruang parkir yang layak dan tidak membebani ruang publik.

Artikel Berita Lainya  Dompet Dhuafa Bersama PT Mayra Indonesia, Bantu Usaha Perempuan Difabel

Lebih jauh, kejadian ini juga membuka ruang kritik terhadap lemahnya pengawasan dan penegakan aturan. Jika sebuah aktivitas usaha bisa menyebabkan kemacetan total tanpa kehadiran pengaturan lalu lintas, maka wajar jika publik mempertanyakan di mana letak kontrol dan respons cepat dari pihak terkait.

Tidak adanya pernyataan resmi hingga saat ini, baik dari pengelola usaha maupun instansi terkait, semakin memperkuat kesan bahwa persoalan ini tidak ditangani dengan keseriusan yang sepadan dengan dampaknya. Diamnya pihak-pihak terkait berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar insiden kemacetan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas ekonomi tidak boleh berjalan tanpa kendali sosial. Keuntungan usaha tidak boleh dibayar dengan ketertiban publik yang dikorbankan.

Masyarakat kini tidak hanya menuntut klarifikasi, tetapi juga tindakan nyata. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional usaha, penyediaan fasilitas parkir yang memadai, serta kewajiban koordinasi aktif dengan aparat seperti Polsek Bayongbong harus segera dilakukan.

Jika tidak ada langkah tegas dan perbaikan nyata, maka kejadian ini bukan hanya akan terulang—tetapi berpotensi menjadi preseden buruk. Di mana kepentingan publik terus terpinggirkan, sementara pelanggaran terhadap ketertiban seolah menjadi hal yang lumrah.

Artikel Berita Lainya  Lantamal IX Ambon Pentas Musik Bersama Ribuan Komunitas Jukulele

Dan jika itu dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran lalu lintas, tetapi juga wibawa aturan serta kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang seharusnya melindungi mereka.

(Jajang ab)

Fingerprint: EXPOSE NET - News-23300
🔥 Pusat Berita Expose.net

Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.

Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.

Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.

Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.

Kemacetan Lumpuhkan Jalur Bayongbong, Pengelola Usaha Dinilai Abai, Aparat Dipertanyakan

Oleh: rohman priatna | 15:13 WIB, 18 Maret 2026

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

Translate »

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.

  Garut, 18 Maret 2026 — Kemacetan parah yang melumpuhkan jalur utama Bayongbong, tepatnya di Desa Karyajaya, Kabupaten Garut, tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Peristiwa ini telah berkembang menjadi persoalan publik yang mencerminkan
  Garut, 18 Maret 2026 — Kemacetan parah yang melumpuhkan jalur utama Bayongbong, tepatnya di Desa Karyajaya, Kabupaten Garut, tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Peristiwa ini telah berkembang menjadi persoalan publik yang mencerminkan