EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
JAKARTA UTARA – Sebuah program mulia berubah menjadi musibah tragis di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, Rabu (11/12/2025). Sebuah mobil van yang membawa pasokan program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) tiba-tiba lepas kendali, menerobos gerbang sekolah, dan menabrak kerumunan murid serta guru yang tengah berkumpul untuk upacara pagi. Sebanyak 19 orang—mayoritas anak-anak—dilaporkan terluka parah dan kini menjalani perawatan intensif.
Spekulasi Awal: ‘Human Error’ vs. Rem Blong di Kendaraan Bantuan
Insiden mengerikan yang terekam jelas oleh CCTV pada pukul 07.39 WIB ini memicu pertanyaan krusial mengenai standar keamanan kendaraan dan operasional program logistik publik.
Kepolisian Resort Metro Jakarta Utara telah mengamankan sopir dan pendamping mobil van MBG berwarna putih tersebut.
Sementara Kapolres Kombes Pol Erick Frendriz menekankan bahwa kronologi lengkap masih menunggu Olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), dua dugaan kuat penyebab tragedi ini mencuat di lokasi:
Kegagalan Teknis (Rem Blong): Diduga mobil van yang sarat muatan makanan bergizi ini mengalami kegagalan fungsi rem mendadak saat hendak memasuki area sekolah atau bahkan saat melaju di jalanan dekat gerbang, sehingga pengemudi kehilangan kontrol total.
Kelalaian Fatal (Salah Injak Pedal): Spekulasi lain menyebutkan adanya kekeliruan fatal dari pengemudi yang mungkin secara tidak sengaja menginjak pedal gas dengan kuat alih-alih pedal rem saat mendekati gerbang sekolah yang tertutup, memicu laju tak terduga.
Detik-Detik Kritis: Mobil Menjadi “Senjata” di Lapangan Upacara
Saksi mata dan rekaman visual mengonfirmasi bahwa barisan siswa kelas rendah tengah duduk rapi di lapangan. Tanpa peringatan, mobil van tersebut menghantam pagar besi, menjebolnya, dan langsung meluncur cepat ke area berkumpul.
”Mobil itu datang sangat cepat. Seperti tidak ada pengereman sama sekali,” ujar salah satu guru yang selamat, menggambarkan kepanikan masif saat siswa dan rekan guru berlarian menyelamatkan diri.
Kombes Pol Erick Frendriz menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pemeriksaan forensik terhadap kondisi teknis kendaraan, selain mengambil keterangan dari pengemudi dan pendamping yang kini telah diamankan di Polsek.
”Kami ingin memastikan apakah ini murni kecelakaan lalu lintas biasa atau ada aspek kelalaian yang lebih serius dalam prosedur pengiriman,” tegas Kombes Erick.
Dampak Psikologis dan Tuntutan Evaluasi Program
Insiden ini bukan hanya menimbulkan trauma fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam pada komunitas SDN Kalibaru. Puluhan orang tua segera mendatangi sekolah dan rumah sakit setelah mendengar kabar tersebut.
Tragedi ini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan dan logistik seluruh program bantuan pemerintah yang melibatkan interaksi langsung di lingkungan sekolah, memastikan bahwa upaya pemberian gizi tidak berujung pada bencana keselamatan.
(C.S)





