EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
GARUT, 6 MARET 2026 – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Ballroom Hotel Harmoni. Di bawah pendar lampu ruangan dan semangat kebersamaan, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir langsung dalam agenda Buka Bersama Kepala dan Staf Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Garut. Acara bertajuk “TAKJIL” (Teman Asik Jalin Ikatan Lebih Dekat) ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan momentum penguatan tekad untuk memastikan tidak ada anak di Garut yang tertinggal dalam mendapatkan hak nutrisinya.
Dalam arahannya yang menggugah, Bupati Abdusy Syakur menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) inisiasi Presiden Prabowo adalah jembatan emas menuju masa depan. Ia memandang program ini sebagai investasi kemanusiaan yang akan menentukan wajah Indonesia di tahun 2045. “Kita tidak hanya bicara tentang sepiring makanan, tapi tentang kualitas manusia. Bonus demografi hanya akan menjadi berkah jika anak-anak kita tumbuh dengan tubuh yang sehat dan otak yang cerdas. Melalui asupan gizi yang berkualitas, kita sedang mempersiapkan pejuang-pejuang masa depan yang tangguh,” ujar Bupati dengan nada optimis.
Garut Menjadi Garda Terdepan Nasional
Kabar membanggakan turut mewarnai pertemuan ini. Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Garut, Salsa Ayuning Tias, mengungkapkan bahwa Garut kini berdiri sebagai salah satu pilar utama kesuksesan program gizi nasional. “Dengan 425 unit SPPG, Kabupaten Garut menempati posisi tiga besar nasional. Ini adalah bukti nyata kerja keras kita semua. Saya mengajak seluruh tim untuk terus saling merangkul dan tegak lurus pada instruksi pusat demi anak-anak kita,” ungkap Salsa disambut tepuk tangan bangga para peserta.
Optimisme serupa disampaikan oleh Kasubag TU KPPG Bandung, Iskandar. Ia mengingatkan bahwa peran para petugas SPPG adalah amanah mulia yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak. Ke depan, kehadiran Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di setiap kabupaten/kota akan semakin memperkuat sinergi lokal ini.
Sinergi dalam Kehangatan “TAKJIL”
Ketua Pelaksana, Sandi Yosepa Ridwan, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 340 peserta yang terdiri dari kepala SPPG serta pengawas keuangan dan gizi. Nama “TAKJIL” dipilih bukan tanpa alasan; ada filosofi kedekatan dan keterbukaan di dalamnya. “Tujuan utama kami adalah membangun jalinan batin yang kuat. Jika koordinasi di antara pengawas gizi dan keuangan berjalan harmonis, maka pelayanan kepada masyarakat pun akan maksimal,” jelas Sandi.
Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa, menyimbolkan rasa syukur atas peran strategis yang diemban Kabupaten Garut dalam menjaga nyala api harapan bagi generasi penerus bangsa. (Undang Wiga)








