EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Jabodetabek dan Bandung Raya ditetapkan PPKM Level 3: Senin, 07 Feb 2022 12:38 WIB
Wartabelanegara||
Baca juga: COVID-19 Meningkat, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan peningkatan level PPKM Jabodetabek, DIY, Bali Bandung raya naik ke level 3. Kebijakan ini diambil setelah menyoroti lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Jabodetabek, DIY, Bali Bandung Raya akan ke level 3,” ujar Luhut dalam jumpa pers disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/2).
Baca juga: Gladi Bersih HUT TNI Ke 78, Memukau Para Pengunjung Monas
Khusus untuk wilayah Bali, Luhut mengumumkan level diberikan lantaran terdapat peningkatan kasus perawatan pasien di rumah sakit.
Baca juga: TNI Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2023 ?Semangat Untuk Bangkit!?
“Bukan karena rendah tracing, Bali naik ke level 4 karena rawat inap meningkat,” ujar Luhut menegaskan.
Dalam kesempatan itu, Luhut memerintahkan peningkatan kewaspadaan terhadap lonjakan varian Omicron yang menyumbang kenaikan kasus covid dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya peningkatan faskes hingga konversi bed untuk pasien covid.
Luhut mengatakan, kebijakan PPKM yang pemerintah ambil tetap mengikuti level asesmen yang telah disesuaikan, berdasarkan cakupan kapasitas rawat inap.
“Berdasarkan data yang kami kumpulkan berbagai sumber, bahwa omicron ini menyebabkan penularan jauh lebih cepat, melampaui penularan varian delta. Luhut mengklaim pemerintah terus memperbarui data dan meminta masukan dari berbagai ahli dalam bidangnya.
“Serta analisis perkembangan di seluruh negara sehingga menjadi penanganan pemerintah terhadap Omicron secara holistik,” tegas Luhut.
Dalam kesempatan itu Luhut juga memaparkan, xari data yang pemerintah miliki saat ini, sebanyak 357 pasien meninggal dari sejak omicron berjalan, 42 persen memiliki komorbid.
“44 persen lansia, dan 69 persen belum vaksinasi lengkap. Maka lansia yang belum vaksin, segera vaksin,” ujarnya.
Sumber : Kanal Youtube Sekretariat Presiden













