Berita

Warga dan Pengendara Resah,Pohon Besar Miring di Trotoar Jalan Pembangunan Citeurup Ancam Keselamatan

Avatar photo
×

Warga dan Pengendara Resah,Pohon Besar Miring di Trotoar Jalan Pembangunan Citeurup Ancam Keselamatan

Sebarkan artikel ini

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

 

Jabar.ex-pose.NET Garut, 22 Juni 2025 — Kekhawatiran mendalam kini dirasakan oleh warga dan para pengendara yang melintasi Jalan Pembangunan, tepatnya di depan Puskesmas Citeurup, Kabupaten Garut. Sebuah pohon besar yang berdiri di trotoar jalan tersebut terlihat dalam kondisi miring dan berpotensi tumbang sewaktu-waktu. Keadaan ini menimbulkan keresahan karena dinilai dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi, termasuk pasien dan tenaga medis di puskesmas.

Pohon dengan diameter besar tersebut tampak telah bergeser dari posisi tegaknya. Sebagian akar sudah terlihat keluar dari permukaan tanah, menandakan bahwa fondasi pohon mulai rapuh. Miringnya pohon ke arah jalan raya menimbulkan kekhawatiran khusus, terlebih di musim hujan atau saat angin kencang melanda kawasan tersebut.

“Saya setiap hari lewat sini antar anak sekolah. Setiap lewat depan puskesmas itu, pasti deg-degan. Pohonnya besar sekali, dan makin ke sini, makin kelihatan miring,” ujar Dede Sulaeman, salah satu warga Kampung Citeureup yang tinggal tidak jauh dari pohon miring.

Pohon yang berada di area publik memang memiliki manfaat ekologis yang besar, seperti memberikan keteduhan, menyerap karbon, dan mempercantik lingkungan. Namun, jika kondisinya sudah membahayakan, maka harus ada langkah cepat dan tepat untuk menghindari potensi bencana. Dalam hal ini, warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan tindakan lanjutan.

“Kalau memang masih bisa diselamatkan dengan dipangkas atau diperkuat akarnya, silakan. Tapi kalau sudah rawan tumbang, ya lebih baik ditebang demi keselamatan kita semua,” ucap Ridwan, seorang pengendara motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak DLH Kabupaten Garut terkait rencana penanganan pohon tersebut. Warga berharap, permasalahan ini tidak dianggap sepele dan menjadi prioritas untuk segera ditangani sebelum menimbulkan korban jiwa atau kerusakan fasilitas umum.

Sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan masyarakat, pemerintah daerah diharapkan lebih tanggap dalam merespons laporan seperti ini. Keberadaan pohon-pohon besar di ruang publik perlu diawasi secara rutin agar tetap aman dan tidak menjadi ancaman.

Pohon miring di depan Puskesmas Citeurup bukan sekadar masalah estetika lingkungan, tapi menyangkut nyawa dan keselamatan orang banyak. Oleh karena itu, warga menunggu langkah tegas dan cepat dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut sebagai pihak yang berwenang.

(Redaksi)

Fingerprint: EXPOSE NET - News-21192
🔥 Pusat Berita Expose.net

Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.

Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.

Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.

Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.

Warga dan Pengendara Resah,Pohon Besar Miring di Trotoar Jalan Pembangunan Citeurup Ancam Keselamatan

Oleh: rohman priatna | 12:54 WIB, 22 Juni 2025

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.