EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Fenomena Gunung Emas Sungai Eufrat: Tanda Kiamat atau Emas Palsu?
RAQQA – Pemandangan tak biasa terjadi di dasar Sungai Eufrat, Suriah, yang mulai mengering pada akhir Juli 2025. Warga Raqqa kini membanjiri bantaran sungai, menggali gundukan tanah yang diyakini mengandung emas mentah yang muncul dari dasar sungai yang retak.
Fenomena “Gunung Emas” Ramai di Media Sosial
Kabar munculnya kilauan emas di dasar Sungai Eufrat dengan cepat menyebar di media sosial. Gundukan tanah berkilau yang terbuka setelah air menyurut memicu demam emas di kalangan warga lokal. Warga dari berbagai desa membawa sekop dan cangkul, bahkan membangun tenda untuk menggali siang dan malam.
Dilansir Shafaq News, Jumat (1/8/2025), aktivitas ini mengubah suasana di bantaran sungai menjadi hiruk-pikuk. Peralatan tambang bekas pun laris manis, sementara pedagang dan calo peralatan bermunculan di sekitar Raqqa.
Meski penuh semangat, pencarian ini dilakukan tanpa pengawasan resmi. Tak ada pemerintah atau otoritas lokal yang mengatur aktivitas penggalian.
Hadis Nabi Tentang Gunung Emas di Sungai Eufrat
Fenomena ini membangkitkan kembali perbincangan soal hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan tanda-tanda kiamat.
“Kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Eufrat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya…” (HR Muslim)
Hadis serupa juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dalam HR At-Tirmidzi, yang menyebutkan simpanan emas di Eufrat dan peringatan agar tidak mengambilnya.
Banyak ulama sepakat bahwa ini termasuk tanda besar menjelang hari kiamat.
Namun, ulama Asaad al-Hamdani mengingatkan, “Keaslian hadis tersebut sahih, tetapi penerapannya pada peristiwa sekarang perlu kehati-hatian dan pemahaman mendalam.”
Ahli Geologi: Itu Pirit, Bukan Emas
Di sisi lain, ahli geologi lokal, Khaled al-Shammari, menekankan bahwa masyarakat harus berhati-hati.
“Tanpa analisis geologi rinci, tidak bisa dipastikan apakah kilauan itu emas atau hanya mineral lain,” katanya.
Menurutnya, wilayah sekitar Sungai Eufrat memang kaya akan sedimen mineral, dan apa yang tampak mengilap kemungkinan besar adalah pirit, atau “emas palsu”, yakni mineral sulfida yang sering ditemukan di batubara.
Pirit tidak bernilai seperti emas, tetapi banyak digunakan di industri kimia dan listrik. Meski begitu, peringatan ilmiah ini tak menyurutkan semangat warga.
Makna Religius dan Dampak Sosial
Bagi sebagian warga Raqqa, peristiwa ini tak sekadar fenomena alam, tapi diyakini memiliki makna religius dan spiritual. Sungai Eufrat—yang membentang dari Turkiye, melintasi Suriah hingga Irak—dikenal sebagai sungai bersejarah yang membentuk peradaban Mesopotamia.
Penyusutan debit air disebabkan oleh pembangunan bendungan di hulu sungai (Turkiye), konflik lintas negara, dan kekeringan ekstrem. Namun, bagi banyak orang, hilangnya aliran air justru membuka misteri lama yang diyakini mengandung harta karun.
Spekulasi Kiamat dan Kebutuhan Ekonomi
Tak semua warga menggali karena iman terhadap tanda kiamat. Sebagian besar mengaku melakukannya demi bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Harapan mereka sederhana: menemukan emas agar dapat memperbaiki nasib.
Namun, para ulama dan ilmuwan mengingatkan agar tidak gegabah. Fenomena ini harus disikapi dengan ilmu dan kesabaran, bukan sekadar sensasi atau tafsir sepihak.
Editor: Redaksi
Delapan Orang Warga Kabupaten Bogor Terjebak Di Dalam Lobang Penggalian Emas
TAG : Sungai Eufrat, fenomena alam, hadis kiamat, geologi, kepercayaan akhir zaman, Suriah, dunia Islam










