EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Garut, 8 April 2026
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakenjeng sejak pukul 16.00 WIB mengakibatkan terjadinya bencana longsor di Kampung Cigareleng, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, pada Rabu sore (8/4/2026).
Baca berita lain disini: Polsek Banjarwangi Cek TKP Tanah Longsor di Jalan Garut–Pameungpeuk
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 17.34 WIB, dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat curah hujan yang terus meningkat. Material tanah dari tebing di sekitar lokasi turun dan menutup akses jalan utama warga.
Dampak dari kejadian tersebut antara lain:
Baca berita lain disini: Polres Garut Amankan Pelaku Penganiayaan Di Portal Wisata Pantai Santolo
Jalan lintas kebun PT Condong yang menghubungkan wilayah Karangsari hingga akses menuju pantai tertutup longsor dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Baca berita lain disini: Polres Garut Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak Di Kawasan Pantai Ciawi
Jembatan Cigareleng mengalami kerusakan cukup parah hingga terputus akibat pergeseran tanah di bagian ujung jembatan.
Akses transportasi warga menjadi lumpuh total, terutama bagi masyarakat yang biasa melintas menuju area pantai dan kebun.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan:
Tinggi material longsor diperkirakan mencapai sekitar 7 cm menutup badan jalan.
Pergeseran tanah di sekitar lokasi mencapai kurang lebih 19 cm, terutama di area kritis dekat ujung jembatan yang mengalami kerusakan.
Satu unit rumah milik warga atas nama Bapak Aceng yang berada tidak jauh dari titik longsor dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan. Namun demikian, penghuni merasa tidak nyaman dan khawatir mengingat posisi rumah yang sangat dekat dengan area rawan pergeseran tanah.
Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian berupa kerusakan bangunan rumah warga.
Meski demikian, warga Kampung Cigareleng, khususnya di wilayah RT 04/RW 11, saat ini diliputi kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya longsor susulan. Kondisi tersebut diperparah oleh:
Hujan yang masih terus turun hingga malam hari
Kondisi tanah yang sudah jenuh air
Terjadinya pemadaman listrik di wilayah terdampak
Situasi ini membuat warga meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di sekitar lereng dan dekat aliran tanah longsor.
Hingga saat ini, jalur Karangsari menuju pantai masih belum dapat dilintasi. Warga diimbau untuk:
Menghindari area rawan longsor
Tidak memaksakan melintas di jalur terdampak
Tetap siaga terhadap potensi bencana susulan
Diharapkan adanya penanganan cepat dari pihak terkait untuk membuka kembali akses jalan serta memastikan keamanan jembatan yang terdampak.
(Jajang ab)













