EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Isu Miring terhadap Aktivis Disorot, Ketua GEMAKU: Jangan Cederai Demokrasi
Baca berita lain disini: Rizwan Riswanto: Dugaan Hoaks Muncul di Medsos, Siapa di Baliknya?
Ex-Pose.net, Bogor – Ketua Generasi Muda Konghucu (GEMAKU) Bogor Raya, Isanudin menyoroti munculnya sejumlah isu dan pemberitaan di media sosial yang di nilai menyerang aktivis yang selama ini aktif menyampaikan kritik terhadap kebijakan di Kabupaten Bogor.
Isanudin menduga kemunculan isu tersebut tidak terlepas dari sikap kritis sejumlah aktivis. Termasuk yang tergabung dalam NGO Kabupaten Bogor Bersatu (NGO KBB), terhadap kondisi pemerintahan daerah (Pemda)
Baca berita lain disini: NGO KBB Surati Presiden: Pertanyakan Arah Kebijakan Pemkab Bogor, Ini Detailnya
“Saya menduga, munculnya berita miring terhadap Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu, Rizwan Riswanto merupakan imbas dari sikap kritis terhadap kondisi pemerintahan di Kabupaten Bogor,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp di Bogor, Selasa (24/3).
Baca berita lain disini: Negara Tak Boleh Pelihara Teror! Aktivis Desak Bongkar Aktor Intelektual Kasus Air Keras
Menurut dia, isu yang berkembang saat ini berkaitan dengan kritik terhadap kebijakan pimpinan daerah. Sehingga berpotensi memunculkan dinamika di ruang publik.
“Pasalnya, isu yang di kritisi menyangkut kebijakan orang nomor satu di Kabupaten Bogor,” kata Isan sapaan akrabnya.
Ia menilai, jika di biarkan, situasi tersebut dapat berdampak pada kualitas demokrasi di tingkat daerah.
“Saya sebagai Ketua OKP yang juga tergabung di NGO KBB merasa prihatin. Jika dibiarkan, hal seperti ini justru bisa mencederai nilai-nilai demokrasi,” ujar Isanudin
Ia pun mengajak semua pihak untuk tetap menjaga ruang publik yang sehat dan mengedepankan fakta. Serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi atau berita bohong (Hoaks-red).
“Perbedaan pendapat itu hal yang wajar dalam demokrasi. Namun harus di sampaikan secara bertanggungjawab dan berbasis fakta, bukan opini liar, tegas Isanudin.












