EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
GARUT, 08 Desember 2025 – Petani di wilayah Tarogong Kidul, Garut, baru saja mencatatkan sejarah baru dalam dunia pertanian lokal! Melalui acara Farm Field Day (FFD) yang digelar sebagai puncak dari program Sekolah Lapang Tematik DAK Non-Fisik, produktivitas padi berhasil melonjak signifikan, melampaui ekspektasi.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri lengkap oleh Muspika Forkopimcam dan perwakilan Dinas Pertanian setempat, menunjukkan komitmen sinergis antara pemerintah dan petani dalam memajukan sektor pangan.
Ilmu Tanam Modern Bawa Petani Raih ‘Jackpot’
Kunci kesuksesan ini terletak pada penerapan teknologi tanam canggih yang diinstruksikan secara intensif oleh tim Penyuluh Pertanian (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tarogong Kidul.
> 💡 Teknik yang Diujicoba:
> * Jajar Legowo (Jarwo) 2, 3, dan 4.
> * Sistem Tegel konvensional.
> * Varietas Unggul yang digunakan: Inpari 32 dan Sarinah.
Koordinator Penyuluh (Koorluh) BPP Tarogong Kidul bersama seluruh PPL mendampingi petani mengaplikasikan Bimtek ini. Hasilnya sungguh mencengangkan: sebelum bimbingan teknologi ini diterapkan, produksi padi rata-rata petani hanya berkisar 6 ton per Hektare (Ha).
Kenaikan Produktivitas: 25% Bukan Sekadar Angka!
Setelah sukses menerapkan teknologi yang dipelajari di Sekolah Lapang Tematik, hasil panen menunjukkan peningkatan dramatis!
Hasil pengujian dan pengukuran produksi dalam kegiatan FFD DAK Non-Fisik ini mencatat potensi hasil panen mencapai 7 hingga 8 ton per Ha!
Secara persentase, ini membuktikan adanya peningkatan produktivitas padi sebesar 16% hingga 25%! Sebuah lompatan kuantum yang tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala BPP Tarogong Kidul menyatakan, “Angka 8 ton/Ha ini adalah bukti nyata bahwa petani kita siap mengadopsi inovasi. Pendampingan intensif dari PPL dalam Sekolah Lapang Tematik DAK Non-Fisik ini telah membuka mata bahwa dengan manajemen tanam yang tepat, hasil panen bisa ditingkatkan secara signifikan.”
Kesuksesan ini diharapkan menjadi pilot project dan motivasi bagi seluruh petani di Garut untuk terus bersemangat menerapkan teknologi tanam modern demi masa depan pertanian yang lebih sejahtera.








