scrol kebawah untuk membaca
BeritaBerita Utama

Raja Keraton Surakarta PB XIII Hangabehi Wafat di Usia 77 Tahun

×

Raja Keraton Surakarta PB XIII Hangabehi Wafat di Usia 77 Tahun

Sebarkan artikel ini
Raja Keraton Surakarta PB XIII Hangabehi Wafat di Usia 77 Tahun
Raja Keraton Surakarta PB XIII Hangabehi Wafat di Usia 77 Tahun

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIII Hangabehi wafat di usia 77 tahun. Sosok PB XIII dikenal karena perannya dalam menyatukan Keraton Solo setelah konflik Raja Kembar.
Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIII Hangabehi wafat di usia 77 tahun. Sosok PB XIII dikenal karena perannya dalam menyatukan Keraton Solo setelah konflik Raja Kembar.

SOLO – Raja Keraton Surakarta, SISKS Pakubuwono XIII (PB XIII) Hangabehi, meninggal dunia pada Minggu (2/11) di usia 77 tahun. Kabar duka ini dibenarkan oleh kerabat dekat serta pihak keraton. PB XIII dikenal sebagai tokoh penting yang berhasil meredam konflik internal dan menjaga marwah Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Putra Tertua PB XII yang Dikenal Tegas dan Bijaksana

Pakubuwono XIII lahir dengan nama lengkap Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi pada 28 Juni 1948. Ia merupakan putra tertua dari Raja sebelumnya, Pakubuwono XII (PB XII). Sebelum naik takhta, ia sempat bekerja di Caltex Pacific Indonesia, Riau, kemudian pindah ke Jakarta.
Dalam perjalanan hidupnya, PB XIII dikenal rendah hati dan memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian budaya Jawa. Di lingkungan keraton, ia pernah menjabat sebagai Pangageng Museum Keraton Surakarta, serta menerima Bintang Sri Kabadya I dari ayahnya atas jasanya memadamkan kebakaran besar di Keraton pada tahun 1985  penghargaan yang hanya diterima olehnya di antara semua putra PB XII.

Artikel Berita Lainya  Libur Nataru 2025: Tanggal Merah & Rekomendasi Cuti

Konflik ‘Raja Kembar’ Usai Wafatnya PB XII

Perjalanan PB XIII menuju takhta Keraton Surakarta tidak berjalan mulus. Setelah PB XII wafat pada Juni 2004 tanpa menunjuk penerus resmi dan tanpa permaisuri sah, muncul perebutan kekuasaan di kalangan keluarga keraton.
Dua pihak yang sama-sama mengklaim sebagai penerus adalah KGPH Hangabehi (yang kemudian menjadi PB XIII) dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan. Keduanya bahkan sempat menyatakan diri sebagai PB XIII, sehingga publik mengenal istilah “Raja Kembar” di Keraton Solo.

Pesan Iklan
Iklan 081574404040

Kerusuhan dan Dualisme Kepemimpinan

Situasi semakin memanas ketika pada September 2004, kubu Tedjowulan melakukan aksi mendobrak pintu Keraton Surakarta. Insiden itu menyebabkan sejumlah orang luka-luka, termasuk abdi dalem dan bangsawan yang tengah berada di dalam keraton.
Konflik tersebut berlangsung bertahun-tahun, menimbulkan dualisme kepemimpinan antara dua kubu. Namun, upaya penyelesaian terus dilakukan oleh pihak keluarga dan pemerintah daerah.

Artikel Berita Lainya  Menteri Basuki Tinjau Pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara

Jokowi Berperan dalam Rekonsiliasi Raja Kembar

Perselisihan dua kubu baru berakhir pada tahun 2012 melalui rekonsiliasi bersejarah yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Solo dan DPR RI. Saat itu, Joko Widodo (Jokowi) yang menjabat sebagai Wali Kota Solo, berperan penting dalam memediasi kedua belah pihak.
Melalui kesepakatan tersebut, Tedjowulan mengakui gelar PB XIII milik Hangabehi, sementara dirinya diangkat sebagai Mahamenteri Keraton Surakarta dengan gelar KGPH Panembahan Agung. Momentum ini menjadi titik balik berakhirnya dualisme kekuasaan di Keraton Surakarta.

PB XIII dan Upaya Memperkuat Marwah Keraton

Setelah rekonsiliasi, PB XIII fokus membangun kembali wibawa keraton dan memperkuat peran budaya Surakarta. Ia aktif dalam berbagai kegiatan budaya dan spiritual, termasuk upacara adat Tingalan Dalem Jumenengan yang rutin digelar setiap tahun.
Dalam upacara Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 pada 27 Februari 2022, PB XIII mengangkat putranya KGPH Purubaya sebagai Putra Mahkota Kasunanan Surakarta, dengan gelar KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

Kabar Duka dan Pernyataan dari Kerabat

Kabar wafatnya PB XIII pertama kali tersebar melalui media sosial dan pesan singkat, kemudian dikonfirmasi oleh pihak keraton. Raden Ayu Febri Hapsari Dipokusumo, salah satu kerabat PB XIII, membenarkan kabar duka tersebut.

Artikel Berita Lainya  Hamdan ATT Meninggal Dunia, Dangdut Kehilangan Maestro

“Nggih (iya), Mas, nyuwun doanya,” tulis Febri dalam pesannya kepada awak media.

Sementara itu, Bambang Ary Wibowo, Juru Bicara Mahamenteri Keraton Surakarta, turut menguatkan kabar tersebut.

“Jenazah masih di rumah sakit untuk persiapan dibawa ke Keraton,” ujarnya.

Warisan dan Keteladanan PB XIII

PB XIII meninggalkan jejak kepemimpinan yang dihormati di lingkungan keraton maupun masyarakat luas. Ia dikenal sebagai figur yang berkomitmen menjaga warisan budaya Jawa dan memperjuangkan keharmonisan antarbangsawan.
Warisan terbesarnya adalah keberhasilan menyatukan Keraton Surakarta setelah hampir satu dekade terpecah akibat konflik internal. Dengan berpulangnya PB XIII, masyarakat Jawa kehilangan sosok pemersatu dan panutan dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa.


Kerja Sama Proyek Jet Tempur KF-21, Prabowo Pastikan Indonesia dan Korsel Lanjutkan Negosiasi

Raja Keraton Surakarta PB XIII Hangabehi Wafat di Usia 77 Tahun

WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net
Translate »
Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIII Hangabehi wafat di usia 77 tahun. Sosok PB XIII dikenal karena perannya dalam menyatukan Keraton Solo setelah konflik Raja Kembar.
Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIII Hangabehi wafat di usia 77 tahun. Sosok PB XIII dikenal karena perannya dalam menyatukan Keraton Solo setelah konflik Raja Kembar.