scrol kebawah untuk membaca
BeritaBerita Daerah

Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi

×

Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi

Sebarkan artikel ini

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi Ex-Pose.net, Bogor – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto menuai beragam tanggapan dari kalangan aktivis. Ketua Lembaga Pengawas Reformasi
Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi Ex-Pose.net, Bogor – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto menuai beragam tanggapan dari kalangan aktivis. Ketua Lembaga Pengawas Reformasi

Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi

Ex-Pose.net, Bogor – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto menuai beragam tanggapan dari kalangan aktivis. Ketua Lembaga Pengawas Reformasi Indonesia (LPRI) Bogor Raya, A. Hidayat, menilai capaian pembangunan di Kabupaten Bogor belum tepat jika langsung disebut sebagai prestasi.

Menurut Hidayat, penilaian kinerja pemerintah daerah seharusnya tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari penyelesaian berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor.

Artikel Berita Lainya  Bupati Bogor Sebut Nama Hoegeng dan Subianto Sangat Inspiratif

“Kalau kita melihat secara utuh, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur atau bangunan penunjang tata kota. Masih banyak persoalan sosial di 40 kecamatan yang perlu mendapat perhatian serius,” kata Hidayat dalam keterangannya, Sabtu (14/3).

Ia mencontohkan masih adanya ketimpangan akses layanan kesehatan serta fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah desa yang dinilai belum optimal.

Menurutnya, perencanaan pembangunan daerah yang tertuang dalam dokumen seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah seharusnya berorientasi pada pemenuhan keadilan sosial bagi masyarakat.

Selain itu, Hidayat juga menyoroti kondisi angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Bogor yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.

“Kalau melihat data yang ada, angka pengangguran masih cukup besar dan tingkat kemiskinan juga belum menunjukkan perubahan signifikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Artikel Berita Lainya  Sengketa Gedung Cikuray Berakhir Damai, Pendekatan Humanis Jadi Kunci

Sorotan serupa juga disampaikan sejumlah mahasiswa dan aktivis di Kabupaten Bogor yang menilai arah pembangunan daerah masih lebih berfokus pada proyek fisik.

Mereka menilai prioritas anggaran pembangunan yang mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah perlu diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan tidak membuka celah penyimpangan.

“Masih ada jalan yang cepat rusak, daerah rawan bencana yang perlu penanganan serius, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang belum optimal. Di sisi lain, pembangunan gedung baru terus berjalan,” kata salah satu aktivis.

Hidayat juga menyinggung sejumlah proyek yang dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak, seperti pemugaran taman kota di Lapangan Tegar Beriman serta pembangunan sejumlah ikon kota di sekitar kawasan Stadion Pakansari.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyoroti persoalan tunggakan iuran BPJS Kesehatan serta akses layanan kesehatan yang masih dirasakan sulit oleh sebagian warga.

Artikel Berita Lainya  Rudy Susmanto: HJB Run 2025 Sejarah Dalam Kebersamaan

“Pemerintah daerah perlu memprioritaskan penyelesaian tunggakan iuran BPJS serta pembenahan sistem pelayanan kesehatan. Jika kesehatan masyarakat terjamin, pembangunan sumber daya manusia juga akan lebih optimal,” katanya.

Hidayat menegaskan, capaian pembangunan selama satu tahun kepemimpinan Bupati Bogor sebaiknya tidak langsung disematkan sebagai prestasi, melainkan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan kebijakan pembangunan ke depan.

“Apakah pembangunan infrastruktur bisa dijadikan barometer prestasi seorang kepala daerah? menurut saya justru ini harus menjadi bahan evaluasi agar ke depan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Fingerprint: EXPOSE NET - News-23217
🔥 Pusat Berita Expose.net

Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.

Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.

Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.

Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.

Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi

Oleh: rieke | 20:16 WIB, 14 Maret 2026

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

Translate »

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.

Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi Ex-Pose.net, Bogor – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto menuai beragam tanggapan dari kalangan aktivis. Ketua Lembaga Pengawas Reformasi
Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Aktivis Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Belum Layak Disebut Prestasi Ex-Pose.net, Bogor – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto menuai beragam tanggapan dari kalangan aktivis. Ketua Lembaga Pengawas Reformasi