EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Tunggu 30 Menit Sebelum Memasak Brokoli, Ini Kata Penelitian
Ex-Pose.net, Jakarta – Cara mengolah brokoli ternyata bisa memengaruhi kandungan senyawa sehat di dalamnya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah menemukan bahwa memotong brokoli lalu mendiamkannya sebelum dimasak dapat meningkatkan pembentukan senyawa yang berpotensi baik bagi kesehatan.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa proses sederhana tersebut dapat meningkatkan kadar sulforaphane, senyawa bioaktif yang sering dikaitkan dengan potensi efek antikanker.
Peneliti menjelaskan bahwa ketika brokoli dipotong, enzim alami bernama myrosinase mulai bekerja mengubah glukorafanin menjadi sulforaphane. Namun, enzim tersebut sangat sensitif terhadap panas.
Akibatnya, jika brokoli langsung dimasak setelah dipotong, proses pembentukan sulforaphane bisa terhenti lebih cepat karena panas dari proses memasak.
“Memberi jeda waktu setelah brokoli dipotong memungkinkan reaksi enzimatik berlangsung lebih maksimal sebelum terkena panas,” demikian dijelaskan dalam penelitian tersebut.
Dalam eksperimen yang dilakukan oleh peneliti yang dipimpin Wu Qian, brokoli yang dipotong lalu didiamkan sekitar 90 menit sebelum dimasak menunjukkan kadar sulforaphane hingga sekitar 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan brokoli yang langsung dimasak.
Meski demikian, peneliti menyebutkan waktu tunggu yang lebih singkat, sekitar 30 hingga 40 menit, juga dapat memberikan manfaat yang serupa.
Meski hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pembentukan senyawa bioaktif di laboratorium, para peneliti menekankan bahwa dampaknya terhadap kesehatan manusia tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti pola makan secara keseluruhan, metode memasak, serta kondisi biologis masing-masing individu.
Penelitian tersebut dipublikasikan pada 2018 dengan judul ‘Hydrolysis Before Stir-Frying Increases the Isothiocyanate Content of Broccoli’ dalam jurnal Journal of Agricultural and Food Chemistry.









