scrol kebawah untuk membaca
BeritaBerita Utama

Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan

×

Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan

Sebarkan artikel ini
Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan
Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Kasus es gabus Kemayoran viral setelah pedagang dituduh pakai bahan berbahaya. Uji lab menyatakan aman, aparat minta maaf, pedagang dapat bantuan.
Kasus es gabus Kemayoran viral setelah pedagang dituduh pakai bahan berbahaya. Uji lab menyatakan aman, aparat minta maaf, pedagang dapat bantuan.

Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan

JAKARTA — Jagat media sosial dihebohkan video interogasi pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pedagang tersebut dituduh memakai bahan berbahaya dan dipaksa memakan dagangannya. Hasil uji laboratorium menyatakan tudingan itu tidak benar.

Video Viral Picu Simpati dan Kemarahan Publik

Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan seorang pedagang es gabus keliling mendapat perlakuan tidak pantas saat sedang berjualan. Dalam video itu, ia tampak dikelilingi sejumlah oknum aparat gabungan dan diinterogasi terkait bahan dagangannya.
Tindakan tersebut menuai reaksi keras warganet. Banyak pihak menilai cara penanganan di lapangan tidak manusiawi, terlebih pedagang kecil tersebut dipaksa memakan es buatannya sendiri demi membuktikan keamanan produk.

Pesan Iklan
Iklan 081574404040

Pedagang Es Gabus Bernama Sudrajat

Berjualan Jajanan Tradisional Sejak Lama

Pedagang es gabus yang menjadi sorotan publik diketahui bernama Sudrajat (49). Ia sehari-hari berjualan jajanan tradisional secara keliling di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Meski berjualan di ibu kota, Sudrajat tercatat sebagai warga Bojonggede, Kabupaten Bogor. Dagangannya beragam, mulai dari es gabus, es kue jadul, agar-agar, hingga taburan cokelat meses yang digemari anak-anak maupun orang dewasa.

Artikel Berita Lainya  Panglima TNI Mendampingi Presiden RI, Luncurkan Program Pemulihan Hak Korban Pelanggaran HAM Berat

Tudingan Bahan Berbahaya Tanpa Uji Awal

Dipaksa Makan Dagangan Sendiri

Insiden bermula ketika Sudrajat dituduh menggunakan bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau spons kasur sebagai campuran es gabus. Tuduhan tersebut disampaikan tanpa didahului pemeriksaan laboratorium.
Dalam video yang viral, Sudrajat terlihat dipaksa memakan dagangannya di depan kamera sebagai bentuk “pembuktian langsung”. Peristiwa ini dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang merendahkan martabat pedagang kecil.

Berasal dari Laporan Warga

Laporan Masuk ke Call Center 110

Kasus ini bermula dari laporan warga melalui layanan darurat call center 110. Seorang warga Utan Panjang bernama M. Arief Fadillah (43) melaporkan dugaan adanya jajanan berbahaya pada Sabtu (24/1/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal terhadap pedagang yang dimaksud.

Artikel Berita Lainya  Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Tersangka OTT KPK Kasus Ijon Proyek

Hasil Laboratorium Membantah Tuduhan

Es Gabus Dinyatakan Aman Dikonsumsi

Setelah polemik berkembang luas, dilakukan pemeriksaan ilmiah terhadap sampel es gabus milik Sudrajat. Tim Dokpol Polda Metro Jaya, bersama penyidik Krimsus, Dinas Kesehatan, dan Laboratorium Forensik Polri, melakukan uji laboratorium menyeluruh.
Hasilnya menyatakan bahwa es gabus tersebut aman dan layak konsumsi. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya maupun material PU Foam seperti yang sebelumnya dituduhkan.

Dampak Psikologis bagi Pedagang

Sempat Trauma dan Hentikan Aktivitas Jualan

Peristiwa tersebut berdampak besar pada kondisi psikologis Sudrajat. Ia mengaku mengalami trauma dan memilih berhenti berjualan selama tiga hari setelah kejadian.
Selain tekanan mental, Sudrajat juga mengaku mengalami luka gores di pipi serta memar di bahu. Ia khawatir stigma negatif akan melekat pada dagangannya dan membuat pelanggan enggan membeli.

Artikel Berita Lainya  Sebanyak 80 Pati TNI Resmi Sandang Pangkat Baru

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Aparat

Aparat Akui Kesalahan Prosedur

Menanggapi reaksi publik, Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.
Ia mengakui adanya kekeliruan prosedur dan penarikan kesimpulan yang terlalu dini di lapangan. Tindakan awal disebut sebagai respons cepat atas laporan warga, namun diakui tidak sesuai dengan pendekatan humanis.

Bantuan Tak Terduga untuk Sudrajat

Dapat Motor dan Modal Usaha

Setelah hasil uji laboratorium menyatakan dagangannya aman, dukungan publik dan institusi pun mengalir. Polres Metro Depok memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor dan dana modal usaha kepada Sudrajat di kediamannya di Bojonggede, Bogor.
Meski mendapat bantuan, Sudrajat mengaku masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi mentalnya. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali dialami pedagang kecil lain yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana.


Viral Media Sosial X Keluhan Netizen Pemblokiran Rekening

Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan

WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net

Tinggalkan Balasan

Translate »
Kasus es gabus Kemayoran viral setelah pedagang dituduh pakai bahan berbahaya. Uji lab menyatakan aman, aparat minta maaf, pedagang dapat bantuan.
Kasus es gabus Kemayoran viral setelah pedagang dituduh pakai bahan berbahaya. Uji lab menyatakan aman, aparat minta maaf, pedagang dapat bantuan.