EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan
JAKARTA — Jagat media sosial dihebohkan video interogasi pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pedagang tersebut dituduh memakai bahan berbahaya dan dipaksa memakan dagangannya. Hasil uji laboratorium menyatakan tudingan itu tidak benar.
Video Viral Picu Simpati dan Kemarahan Publik
Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan seorang pedagang es gabus keliling mendapat perlakuan tidak pantas saat sedang berjualan. Dalam video itu, ia tampak dikelilingi sejumlah oknum aparat gabungan dan diinterogasi terkait bahan dagangannya.
Tindakan tersebut menuai reaksi keras warganet. Banyak pihak menilai cara penanganan di lapangan tidak manusiawi, terlebih pedagang kecil tersebut dipaksa memakan es buatannya sendiri demi membuktikan keamanan produk.
Pedagang Es Gabus Bernama Sudrajat
Berjualan Jajanan Tradisional Sejak Lama
Pedagang es gabus yang menjadi sorotan publik diketahui bernama Sudrajat (49). Ia sehari-hari berjualan jajanan tradisional secara keliling di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Meski berjualan di ibu kota, Sudrajat tercatat sebagai warga Bojonggede, Kabupaten Bogor. Dagangannya beragam, mulai dari es gabus, es kue jadul, agar-agar, hingga taburan cokelat meses yang digemari anak-anak maupun orang dewasa.
Tudingan Bahan Berbahaya Tanpa Uji Awal
Dipaksa Makan Dagangan Sendiri
Insiden bermula ketika Sudrajat dituduh menggunakan bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau spons kasur sebagai campuran es gabus. Tuduhan tersebut disampaikan tanpa didahului pemeriksaan laboratorium.
Dalam video yang viral, Sudrajat terlihat dipaksa memakan dagangannya di depan kamera sebagai bentuk “pembuktian langsung”. Peristiwa ini dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang merendahkan martabat pedagang kecil.
Berasal dari Laporan Warga
Laporan Masuk ke Call Center 110
Kasus ini bermula dari laporan warga melalui layanan darurat call center 110. Seorang warga Utan Panjang bernama M. Arief Fadillah (43) melaporkan dugaan adanya jajanan berbahaya pada Sabtu (24/1/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal terhadap pedagang yang dimaksud.
Hasil Laboratorium Membantah Tuduhan
Es Gabus Dinyatakan Aman Dikonsumsi
Setelah polemik berkembang luas, dilakukan pemeriksaan ilmiah terhadap sampel es gabus milik Sudrajat. Tim Dokpol Polda Metro Jaya, bersama penyidik Krimsus, Dinas Kesehatan, dan Laboratorium Forensik Polri, melakukan uji laboratorium menyeluruh.
Hasilnya menyatakan bahwa es gabus tersebut aman dan layak konsumsi. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya maupun material PU Foam seperti yang sebelumnya dituduhkan.
Dampak Psikologis bagi Pedagang
Sempat Trauma dan Hentikan Aktivitas Jualan
Peristiwa tersebut berdampak besar pada kondisi psikologis Sudrajat. Ia mengaku mengalami trauma dan memilih berhenti berjualan selama tiga hari setelah kejadian.
Selain tekanan mental, Sudrajat juga mengaku mengalami luka gores di pipi serta memar di bahu. Ia khawatir stigma negatif akan melekat pada dagangannya dan membuat pelanggan enggan membeli.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Aparat
Aparat Akui Kesalahan Prosedur
Menanggapi reaksi publik, Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.
Ia mengakui adanya kekeliruan prosedur dan penarikan kesimpulan yang terlalu dini di lapangan. Tindakan awal disebut sebagai respons cepat atas laporan warga, namun diakui tidak sesuai dengan pendekatan humanis.
Bantuan Tak Terduga untuk Sudrajat
Dapat Motor dan Modal Usaha
Setelah hasil uji laboratorium menyatakan dagangannya aman, dukungan publik dan institusi pun mengalir. Polres Metro Depok memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor dan dana modal usaha kepada Sudrajat di kediamannya di Bojonggede, Bogor.
Meski mendapat bantuan, Sudrajat mengaku masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi mentalnya. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali dialami pedagang kecil lain yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana.
Viral Media Sosial X Keluhan Netizen Pemblokiran Rekening
Kasus Pedagang Es Gabus Viral, Pedagang Difitnah hingga Berujung Bantuan















