scrol kebawah untuk membaca
Headline News

Rakyat Semakin Mudah Marah Kepada Pemerintah, Ini Penjelasan Kang Oos Supyadin

×

Rakyat Semakin Mudah Marah Kepada Pemerintah, Ini Penjelasan Kang Oos Supyadin

Sebarkan artikel ini

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

  Garut, 12 Desember 2025 — Sejumlah peristiwa seperti aksi warga menggembok kantor desa, protes terhadap pelayanan publik, hingga kemarahan kepada elit politik semakin sering terjadi di berbagai daerah. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara
  Garut, 12 Desember 2025 — Sejumlah peristiwa seperti aksi warga menggembok kantor desa, protes terhadap pelayanan publik, hingga kemarahan kepada elit politik semakin sering terjadi di berbagai daerah. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara

 

Garut, 12 Desember 2025 — Sejumlah peristiwa seperti aksi warga menggembok kantor desa, protes terhadap pelayanan publik, hingga kemarahan kepada elit politik semakin sering terjadi di berbagai daerah. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara masyarakat dan pemerintah. Menanggapi kondisi tersebut, pemerhati sosial dan kebijakan publik Kang Oos Supyadin memberikan pandangan tajam mengenai akar persoalan yang membuat rakyat semakin mudah marah terhadap pemerintah.

Menurut Kang Oos, kemarahan rakyat bukanlah fenomena sederhana yang dipicu satu peristiwa. “Ini adalah akumulasi dari berbagai kekecewaan, ketidakpuasan, dan rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat terhadap kinerja serta perilaku para pemimpin,” ujarnya. Ia menilai gejala ini merupakan bentuk krisis kepercayaan yang mendalam terhadap institusi pemerintahan maupun para pejabatnya.

Artikel Berita Lainya  India Serang Pakistan dan Kashmir , 9 Titik Target Utama

Kang Oos menjelaskan setidaknya ada empat faktor utama yang menyebabkan masyarakat semakin mudah terpancing emosi terhadap pemerintah.

A. Krisis Ekonomi dan Kesenjangan Sosial yang Mencolok

Menurutnya, beban hidup yang semakin berat menjadi pemicu terbesar. Saat pendapatan masyarakat stagnan sementara harga kebutuhan pokok terus naik, tekanan psikologis ikut meningkat.

“Yang paling menyakitkan bagi rakyat bukan hanya kemiskinan, tetapi ketidakadilan yang terlihat nyata,” tegas Kang Oos. Ia mencontohkan situasi ketika para pejabat mengusulkan tunjangan rumah puluhan juta, sementara angka PHK dan pengangguran melonjak. Kondisi ini dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan masyarakat.

Selain itu, ketidakjelasan solusi dari pemerintah membuat jurang ketidakpercayaan semakin lebar. Data ekonomi makro yang terlihat stabil tidak dirasakan langsung oleh warga di lapangan.

B. Korupsi, Birokrasi Berbelit, dan Minim Akuntabilitas

Kang Oos menilai maraknya korupsi dan tatakelola birokrasi yang buruk juga menjadi sumber utama kemarahan rakyat.

“Rakyat bayar pajak, tetapi pelayanan minim. Sementara itu berita korupsi bermunculan tanpa henti. Bagaimana masyarakat bisa percaya?” katanya.

Ketidaksesuaian antara janji kampanye dan realisasi program, serta sikap pejabat yang kerap dianggap tidak peka terhadap penderitaan publik, memperkuat kemarahan rakyat.

Artikel Berita Lainya  Gerindra : Anak Yatim dan Piatu Korban Covid, Terima Tunjangan Pendidikan Rp 200 Ribu Per Bulan

C. Kegagalan Pelayanan Publik dan Monopoli Layanan

Pelayanan publik yang buruk—mulai dari jalan rusak, pengurusan administrasi yang dipersulit, hingga lambannya respons terhadap keluhan—membuat rakyat merasa tidak memiliki alternatif. “Karena semuanya dimonopoli pemerintah, ketika pelayanan buruk, masyarakat tidak punya pilihan selain marah,” ujar Kang Oos.

D. Tidak Didengar dan Representasi Politik yang Lemah

Kemarahan rakyat semakin membesar ketika aspirasi masyarakat tidak didengar. Proses politik yang dianggap elitis dan dikuasai kelompok tertentu menciptakan perasaan bahwa pemerintah berjalan sendiri tanpa mempertimbangkan suara rakyat.

“Ini bukan sekadar kekecewaan, tetapi krisis legitimasi. Rakyat merasa ditinggalkan,” kata Kang Oos.

Peringatan Serius bagi Pemerintah

Secara keseluruhan, Kang Oos menegaskan bahwa meningkatnya kemarahan publik adalah tanda bahaya bagi pemerintah. Kombinasi antara beban hidup yang berat, ketidakpekaan pejabat, buruknya pelayanan publik, dan krisis kepercayaan membuat rakyat semakin reaktif.

“Ini lonceng peringatan. Pemerintah harus berbenah dengan serius—membangun empati, meningkatkan transparansi, dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada masyarakat,” tutup Kang Oos Supyadin.

Artikel Berita Lainya  Kemenhub Himbau Masyarakat Lakukan Perjalanan Arus Balik pada Senin-Selasa Besok

Menurutnya, tanpa perubahan nyata, kemarahan rakyat dapat berkembang menjadi ketidakstabilan sosial yang lebih luas. Pemerintah pun diimbau segera mengambil langkah strategis untuk mengembalikan kepercayaan publik sebelum terlambat.(Red)

Fingerprint: EXPOSE NET - News-21751
🔥 Pusat Berita Expose.net

Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.

Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.

Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.

Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.

Rakyat Semakin Mudah Marah Kepada Pemerintah, Ini Penjelasan Kang Oos Supyadin

Oleh: rohman priatna | 23:10 WIB, 12 Desember 2025

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

Translate »

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.

  Garut, 12 Desember 2025 — Sejumlah peristiwa seperti aksi warga menggembok kantor desa, protes terhadap pelayanan publik, hingga kemarahan kepada elit politik semakin sering terjadi di berbagai daerah. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara
  Garut, 12 Desember 2025 — Sejumlah peristiwa seperti aksi warga menggembok kantor desa, protes terhadap pelayanan publik, hingga kemarahan kepada elit politik semakin sering terjadi di berbagai daerah. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara