DaerahNasional

Wagub Jateng Gus Yasin : Semua Agama Harus Dihormati ?Soal Aturan Pengeras Suara Masjid.

Avatar photo
0
×

Wagub Jateng Gus Yasin : Semua Agama Harus Dihormati ?Soal Aturan Pengeras Suara Masjid.

Sebarkan artikel ini

EX- POSE.NET, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengimbau kepada masyarakat untuk bisa tetap menjaga sikap toleransi. Hal ini terkait kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menerbitkan surat edaran (SE) No SE 05 tahun 2022 terkait pengeras suara masjid dan mushollah

Jadi karena negara kita negara yang toleransi semua agama harus dihormati karena sudah masuk undang-undang artinya dilakukan tidak hanya di pemerintah pusat saja, tapi ketingkat RT,” kata Wagub Taj Yasin Maimoen.

Taj Yasin mengatakan untuk pelaksaan sendiri, akan dikembalikan kepada masyarakat. Bagaimana untuk bisa menerapkan peraturan yang sesuai SE dari kemenag.
Kita serahkan untuk di daerahnya tinggal berembuk di daerah mana saja di tingkat RT hingga desa yang mana masjid di semua desa,” ujarnya

Sehingga, Gus Yasin, sapaan akrabnya meminta untuk masyarakat berembuk bagaimana pelaksanaannya. Hal penting untuk dilakukan karena menyangkut kepentingan bersama hingga penerapan tersebut bisa dilakukan secara merata.

Kalau untuk pelaksanaannya, bisa diatur saja dirembuk masyarakat bagaimana hasilnya. Sehingga kalau ada disebuah daerah itu memiliki bermacam-macam agamanya bisa dirembuk saja, kita serahkan rembuk warga saja,” ucapnya.

Untuk pelaksanaan secara maksimal, Gus Yasin juga mengajak tokoh masyarkat untuk membantu menyosialisasikan SE tersebut.

Sosialisasi di tingkat RT hingga desa hingga tokoh masyarakat diajak berembuk bersama-sama. Lebih penting ke
Komunikasinya,” ujarnya.

Sementara, secara terpisah Kepala Kanwil Kemenag Jateng, H Mustain Ahmad, mengatakan, mengenai pembinaan dan pengawasan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi.
Penyuluhan, pembinaan dan pengawalan sudah kami kordinasikan untuk melaksanakan kebijakan pimpinan pusat itu,? kata Mustain.

Saat ditanya mengenai respons masyarakat, Mustain menyampaikan, sampai saat ini kebijakan tersebut mendapat respons baik. Namun, ia juga tidak menampik jika masih ada beberapa pihak yang mempermasalahkan.
?Namanya dinamika pasti ada, tapi tidak menimbulkan permasalahan serius. Jadi ini yang sendang kita lakukan (sosialisasi). Justru kita mendapatkan banyak support dari Ormas (organisasi masyaraktat) dan tokoh-tokoh lainya,? terang dia.
Penerimaan secara baik pada masyarakat, lanjut Mustain, karena secara umum penduduk Jawa Tengah memiliki sikap guyub (rukun) . Selain itu, ia meminta tiap kabupaten atau kota untuk terus menyosialisasikan melalui komunikasi yang baik dan humanis.

Lebih lanjut, pengaturan pengeras suara itu dinilai perlu untuk menjaga kerukunan antar umat agama. Lantaran, jika tanpa pengaturan hal itu bisa menimbulkan persoalan kepada masyarakat.
Bahwa minimal, segala sesuatu, termasuk kebaikan, kalau tidak diatur bisa kalah dengan keburukan yang diatur. Jadi Pengaturan ini, memang penting. Pengaturan itu keniscayaan dan masyarakat pasti bisa menerimanya. Kalau saya harus membahasakan, sesuatu itu harus terukur dalam kehidupan bersama agar kenyamanan bisa saling terjaga,? pungkasnya.

( Red- Galih RM )

 

UPDATE: Informasi dalam artikel ini telah diverifikasi dan validasi secara berkala hingga 16 Oktober 2026.

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi
🔥 Pusat Informasi & Rubrik Utama EX-POSE.NET

Ikuti rangkuman peristiwa harian dan pembaruan kebijakan publik secara real-time melalui kanal pilar kami:

Wagub Jateng Gus Yasin : Semua Agama Harus Dihormati ?Soal Aturan Pengeras Suara Masjid.

Oleh: Fahria Alfiano | 23:52 WIB, 25 Februari 2022

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

Jenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan