scrol kebawah untuk membaca
Berita Utama

Sekandal Alih Fungsi Lahan di Puncak: Siapa yang Bertanggung Jawab ,Membuat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Murka

×

Sekandal Alih Fungsi Lahan di Puncak: Siapa yang Bertanggung Jawab ,Membuat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Murka

Sebarkan artikel ini

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

UPDATE: Artikel ini telah diperbarui pada 8 April 2026
  Jabar ex-pose.net Puncak, Jawa Barat – Sebuah skandal besar mengguncang kawasan wisata Puncak setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu bangunan wisata mewah yang berdiri di atas lahan
  Jabar ex-pose.net Puncak, Jawa Barat – Sebuah skandal besar mengguncang kawasan wisata Puncak setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu bangunan wisata mewah yang berdiri di atas lahan

 

Jabar ex-pose.net Puncak, Jawa Barat – Sebuah skandal besar mengguncang kawasan wisata Puncak setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu bangunan wisata mewah yang berdiri di atas lahan konservasi. Hibisc Fantasy, tempat wisata hasil kerja sama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jaswita Jabar dan PTPN VIII, diduga melanggar aturan tata ruang yang berlaku.

Tanpa ragu, Gubernur Dedi memerintahkan pembongkaran bangunan tersebut. Namun, muncul pertanyaan besar: Bagaimana proyek ini bisa berjalan hingga tahap pembangunan? Jika proyek ini melanggar aturan, siapa yang bertanggung jawab?

Artikel Berita Lainya  Ketum GBNN Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Menteri ATR BPN Ferry Mursyidan Baldan

BUMD dan PTPN VIII: Penjaga Aset Negara atau Pelanggar Aturan?

Alih fungsi lahan di kawasan Puncak bukanlah isu baru. Sudah banyak kajian yang menunjukkan bahwa konversi lahan hijau menjadi kawasan wisata dan properti komersial menjadi penyebab utama bencana ekologis seperti banjir dan longsor di daerah hilir, termasuk Jakarta dan Bogor.

Dalam kasus Hibisc Fantasy, keterlibatan PT Jaswita Jabar dan PTPN VIII menjadi sorotan utama. Kedua entitas ini, yang seharusnya melindungi dan mengelola aset negara sesuai aturan, justru terlibat dalam proyek yang diduga melanggar tata ruang. Direktur PT Jaswita Jabar, Wahyu Nugroho, serta Direktur PTPN VIII, Didik Prasetyo, kini menjadi figur yang harus dimintai pertanggungjawaban.

Pelanggaran Tata Ruang dan Indikasi Permainan Perizinan

Berdasarkan regulasi tata ruang, kawasan Puncak telah ditetapkan sebagai zona konservasi dan daerah resapan air. Namun, proyek Hibisc Fantasy berdiri di atas lahan yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi pembangunan wisata komersial. Pelanggaran ini semakin mencurigakan karena lahan yang digunakan melebihi batas pemanfaatan yang diizinkan.

Artikel Berita Lainya  Telah Hilang Nenek Usia 87 Tahun Terakhir Pakai Kebaya

Seharusnya, proyek dengan dampak lingkungan besar seperti ini melalui kajian mendalam dan mendapatkan izin ketat. Namun, kenyataan berbicara lain. Jika proyek ini memang tidak sesuai peruntukan, bagaimana bisa mendapatkan izin? Siapa pihak yang menyetujui pemanfaatan lahan yang melampaui batas aturan?

Akankah Mafia Perizinan Terus Beraksi?

Kasus Hibisc Fantasy mengungkap indikasi kuat adanya permainan kotor dalam perizinan alih fungsi lahan. Jika dibiarkan, kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi pengelolaan tata ruang di Indonesia.

Publik berhak menuntut transparansi dan keadilan dalam kasus ini. Apakah para pemangku kebijakan akan membiarkan praktik ilegal ini terus berlangsung? Ataukah mereka akan bertindak tegas untuk menegakkan aturan?

Satu hal yang pasti: masyarakat tidak boleh tinggal diam. Saatnya bersuara dan menuntut kejelasan. Yakin, Tigin, Tinekanan!

Artikel Berita Lainya  Personel Satgas Pamtas Yonif 126/KC Mengajar di Perbatasan Papua

(Prayoga)

Fingerprint: EXPOSE NET - News-16257
🔥 Pusat Berita Expose.net

Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.

Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.

Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.

Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.

Sekandal Alih Fungsi Lahan di Puncak: Siapa yang Bertanggung Jawab ,Membuat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Murka

Oleh: rohman priatna | 04:16 WIB, 9 Maret 2025

Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

Translate »

EX-POSE.NET
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik ex-pose.net berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh sesuai UU Pers No. 40/1999.

  Jabar ex-pose.net Puncak, Jawa Barat – Sebuah skandal besar mengguncang kawasan wisata Puncak setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu bangunan wisata mewah yang berdiri di atas lahan
  Jabar ex-pose.net Puncak, Jawa Barat – Sebuah skandal besar mengguncang kawasan wisata Puncak setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu bangunan wisata mewah yang berdiri di atas lahan