EX-POSE.NET : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya
Jakarta –23 April 2026 Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia mendesak penghentian berbagai narasi yang dinilai sebagai fitnah dan informasi sesat terkait proyek teknologi informasi di Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp1,2 triliun. Tuduhan yang beredar luas di media sosial, disebut berasal dari akun-akun tidak jelas (fake), dinilai tidak berdasar dan telah dipastikan sebagai hoaks.
Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menelusuri informasi resmi melalui situs BGN serta melakukan pengecekan terhadap program tersebut. Hasilnya, tuduhan mengenai proyek fiktif maupun penyimpangan dana tidak terbukti.
“Informasi yang beredar merupakan narasi sesat yang dibangun tanpa verifikasi dan bertentangan dengan data resmi. Faktanya, proyek tersebut nyata dan sedang berjalan sesuai perencanaan,” ujar Azmi dalam keterangannya.
Menurutnya, proyek IT BGN bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta layanan berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efektivitas distribusi program gizi. Sistem ini diharapkan mampu menghadirkan pemantauan kondisi gizi masyarakat secara real-time di berbagai wilayah Indonesia.
Azmi juga menyoroti keterlibatan Perum Peruri sebagai bagian dari langkah integrasi teknologi pemerintah. Peruri, yang kini bertransformasi menjadi GovTech Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023, dinilai memiliki kapasitas tinggi dalam pengelolaan sistem digital dengan standar keamanan tinggi.
Lebih lanjut, LAKSI menegaskan bahwa seluruh proses kerja sama dalam proyek tersebut, termasuk melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), telah berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Tidak ditemukan indikasi penyimpangan anggaran sebagaimana yang dituduhkan.
Adapun anggaran proyek yang menjadi sorotan publik dialokasikan untuk dua komponen utama. Pertama, pengembangan aplikasi SIPGN dengan nilai sekitar Rp550 miliar yang mencakup berbagai modul sistem terintegrasi. Kedua, penyediaan layanan managed service untuk perangkat IoT senilai sekitar Rp199 miliar guna mendukung pemantauan program secara real-time.
BGN juga memastikan bahwa aspek keamanan data menjadi prioritas utama, mengingat sistem SIPGN akan mengelola data sensitif terkait kondisi gizi masyarakat Indonesia.
Dengan klarifikasi tersebut, Azmi mengecam keras pihak-pihak yang terus menyebarkan informasi yang tidak benar. Ia menilai tuduhan proyek fiktif terhadap BGN sebagai rekayasa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mendesak agar seluruh pihak segera menghentikan penyebaran fitnah ini. Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama yang beredar di media sosial, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak utuh,” tegasnya.(Red)
Berita utama terkini daerah nasional internasional
Rangkuman berita utama dari berbagai wilayah.
Headline news update terbaru
Berita viral dan headline utama hari ini.
Update berita terbaru setiap hari
Informasi cepat dan konsisten setiap waktu.
Berita hari ini terkini
Peristiwa terbaru yang sedang terjadi.
LAKSI Desak Hentikan Narasi Fitnah Terkait Proyek IT BGN Senilai Rp 1.2 Triliun
Oleh: rohman priatna | 19:55 WIB, 24 April 2026
Seluruh konten di portal EX-POSE.NET telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.







